loading...
Loading...
Tim kepolisian saat mengamankan tersangka pelempar batu ke mobil capres dalam simulasi pengamanan Pemilu di Colomasu, Karanganyar Rabu (13/3/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM-  Mobil calon presiden nomor urut 05, dilempari batu oleh orang tidak dikenal saat memasuki lokasi kampanye terbuka di De Tjolomadu,  Kecamatan Colomadu, Rabu (13/03/2019). Tdak hanya melempar mobil capres, massa yang beringas juga melakukan aksi perusakan dan penjarahan.

Aparat Kepolisian dan TNI yang melakukan pengamanan, langsung sigap dan berhasil mengendalikan situasi, sehingga kerusuhan tidak meluas. Sejumlah pengunjuk rasa yang diduga menjadi provokator dapat diamankan.

Namun insiden itu hanyalah simulasi dan bukan kejadian betulan. Simulasi sistem pengamanan digelar menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019.

Baca Juga :  Geger Tiga Bocah SD di Gondangrejo Karanganyar Ditemukan Tewas Terjebak Lumpur di  Kubangan Bekas Galian C Banyubiru

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kironos mengatakan simulasi pengamanan ini dilakukan dalam rangka persiapan mengahadapi pemilihan legislative (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang digelar bersamaan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Pelatihan dilakukan diseluruh Polda dan bersinergi dengan Kodam setempat, serta di masing-masing Polres, dengan bersinergi dengan Kodim setempat.

“Secara nasional, wilayah Surakarta salah satu yang ditunjuk Mabes  Polri untuk melakukan pelatihan pengamanan. Pelatihan ini juga dilakukan di seluruh Polda dan Kodam. Sedangkan untuk wilayah Polres dilakukan di Polres masing-masing dan bersinergi dengan Kodim setempat,” kata kapolda, Rabu (13/03/2019).

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis Juragan Jenang Weru Sukoharjo, Tersangka Suyanti Habisi Korban Dengan 45 Adegan

Pemilihan kota Surakarta sebagai lokasi pelatihan, karena intensitas  kegiatan selama pemilu paling banyak di lakukan di wilayah Surakarta dan sekitarnya, baik untuk pasangan calon presiden  01 maupun pasangan calon presiden nomor 02. Sehingga potensi diksi dan gesekan cukup tinggi, jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Kalau di Jawa Tengah,  indek kerawanan pemilu, baik di Bawaslu  maupun Mabes, kita nomer 31, relatif aman. Dari yang aman, Solo dan sekitarnya menjadi prioritas untuk tingkat Polda. Disusul Kedu dan Banyumas,” jelas Kapolda. Wardoyo

Baca Juga :  Di Ujung Tanduk, Kades Girimulyo Karanganyar Akui Telah Selewengkan Dana. Disebut Bernilai Ratusan Juta Rupiah

 


Loading...