JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

SOLOPEDULI Buka Posko Bantuan di Sentani Jayapura

dok Solopeduli
dok Solopeduli

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir bandang melanda 9 kelurahan di Kecamatan Sentani, Kota Jayapura sekitar pukul 21.30 WIT, Sabtu (16/3/2019) lalu. Banjir menerjang pemukiman penduduk setelah hujan turun dengan intensitas tinggi sejak pukul 18.00 WIT. Banjir menyebabkan 63 orang meninggal dunia, 30 orang luka berat, 75 orang luka ringan, puluhan rumah rusak di BTN Doyo Baru, 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, Rusaknya jembatan Doyo dan Kali Ular, 1 pesawat jenis Twin Otter dan helikopter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani. Hingga Minggu (17/3/2019), jumlah pengungsi ada 4.153 jiwa yang tersebar di 7 Titik Posko Penampungan.

Data sementara jumlah pengungsi banjir bandang Sentani Jayapura, 50 orang di Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah, 70 orang di Kediaman Bupati Jayapura, Kantor Basarnas Jayapura, 150 KK di Kompleks BTN Bintang Timur, 350 KK di Kompleks Gajah Mada sekitar, 200 orang di Doyo, 200 orang di Kemiri, 23 orang di Panti Jompo Sentani .

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Solo Gelar Muscablub. Tujuh Orang Sudah Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum Gantikan almarhum Danang

“Banjir telah surut dengan meninggalkan lumpur, sampah, kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang. Untuk saat ini yang menjadi fokus kami adalah evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban di wilayah terdampak,” ungkap Huri selaku relawan SOLOPEDULI, Selasa (19/3/2019).

Penanganan darurat dan pendistribusian bantuan terus dilakukan oleh relawan SOLOPEDULI bersama tim gabungan.

“Selain pencarian dan penyelamatan korban, kami juga.menyediakan makanan siap saji, selimut, air Bersih, terpal, peralatan memasak, dan Hygiene kit yang kami sediakan di Posko kami di SMPIT Insan Cendikia di Doyo Kabupaten Jayapura,” imbuh Huri.

Direktur Umum SOLOPEDULI, Sidik Anshori melalui tim Siaga bencana (Sigab) SOLOPEDULI telah menerjunkan 5 relawan yang berasal dari Jayapura, Minggu (17/3/2019) lalu.

Baca Juga :  Belum Bisa Direm, Total Positif Covid-19 Solo Jadi 609 Kasus

“Pada kondisi iklim yang tidak menentu seperti ini, kami telah menyiapakan relawan-relawan kemanusiaan dari yang berasal dari kota-kota di Indonesia. Relawan-relawan inilah yang berada di gardu terdepan dan paling cepat membantu paska bencana. Selain membantu evakuasi, penyaluran bantuan dan bantuan lainnya, kami juga menugaskan mereka untuk assesment wilayah terdampak banjir bandang, agar untuk beberapa hari ke depan bantuan bisa lebih tepat sasaran dan sesuai yang dibutuhkan. Tim medis dan obat-obatan juga sudah kita siapkan. Kami menunggu hasil assesmen wilayah terdampak melalui relawan kami, sambil kami menggalang dana kemanusiaan untuk membantu mereka. Untuk memaksimalkan bantuan, kami menggalang dana baik dari online maupun offline yang kami buka di seluruh area Soloraya, di Semarang, di seluruh jejaring di Jawa Tengah, Yogyakarta, Bekasi dan Aceh,” tukasnya. Triawati PP