JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Minta Desa Bisa Alokasikan Rp 5-10 Juta Untuk Bantuan Tanggap Darurat Bencana

Ilustrasi Dana Desa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

desa
Ilustrasi Dana Desa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bencana alam terjadi karena ulah manusianya. Baik itu, tanah longsor dan banjir karena prilaku manusia yang tidak harmoni dengan alam.

Ia mengakatan penebang pohon seenaknya, kemudian jika terjadi hujan maka akan terjadi longsor. Kemudian banjir sering membuang sampah ke sungai membuat saluran tidak lancar dan banjir.

Baca Juga :  Awas, 4 Sales dan Distributor Rokok Bodong Ditangkap dan Dipenjara. Bea Cukai Ungkap Ada 419.000 Rokok Bodong Disita, Beredar di Wilayah Soloraya dari Karanganyar Hingga Sragen

“Bencana alam itu tidak akan terjadi sepanjang manusia tidak berprilaku yang kelewatan atau tidak berharmoni dengan alam. Penebang pohon tapi tidak pernah menanam kembali,” beber Juliyatmono.

Selain pencegahaan, menurut Bupati pola pikir masyarakat tentang bencana juga harus diberikan pengertian. Intinya, manusia harus berharmonisasi dengan alam. Harus merawat dan menjaga alam. Tidak diperbolehkan mengeksploitasi alam secara berlebihan akibat bencana akan teradi.

Baca Juga :  Situasi Berduka, Kapolres Karanganyar Tegas Keluarkan Peringatan. Malam Tahun Baru Diminta di Rumah Saja, Nekat Konvoi dan Kerumunan Bakal Ditindak Tegas!

“Terkait soal anggaran desa bisa mengalokasikan Rp 5 juta- Rp 10 juta untuk penanganan detik pertama jika terjadi bencana. Bagi pak kades dan lurah untuk bisa mensosialisasikan berkesinambungan dengan alam,” pungkasnya. Wardoyo