loading...
Loading...
Ilustrasi jejak

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM– Warga di Desa Salam, Karangpandan, Karanganyar, diresahkan dengan kemunculan jejak misterius yang ada di jalur antara hutan dengan Dusun Semenjing. Warga resah lantaran khawatir jika jejak tapak kaki itu merupakan jejak binatang buas atau harimau.

Kemunculan jejak misterius itu diungkap oleh warga. Kepala Desa Salam, Sutardi kepada wartawan mengungkapkan, kemunculan jejak yang diyakini binatang buas itu terungkap setelah sejumlah warga di Dusun Semenjing, Desa Salam dan beberapa warga lainnya menemukannya di jalur dekat hutan dusun.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Pengunjung Candi Sukuh dan Cetho di Karanganyar Diprediksi Melonjak 10 Kali Lipat 

Warga khawatir jika jejal itu benar milik binatang buas dan sewaktu-waktu mengancam keselamatan warga.

“Belum tahu apakah itu jejak hewan buas atau bukan. BKSDA berencana memasang kamera infra merah untuk melihat apakah jejak itu merupakan jejak harimau di sekitar hutan perbatasan Karangpandan dan Ngargoyoso ini,” kata Sutardi.

Baca Juga :  Misteri Perempuan Yang Dikabarkan Tewas Usai Ritual di Candi Cetho Akhirnya Terungkap. Bernama Sri Utami, Diketahui Dari Tanda Ini...

Namun ia mengatakan dari hasil pengecekan oleh pihak BKSDA, jejak tersebut tidak menunjukkan adanya bekas kuku. Sementara lazimnya, jejak harimau terlihat ada kuku.

Sementara Relawan Karangpandan, Suharto mengungkapkan jejak kaki yang ditemukan itu identik dengan jejak kaki binatang.

Jejak tersebut bercirikan lebar kaki kanan dan kiri sepanjang 25 mm. Lantas jarak kaki depan dan belakang sekitar 60 cm dan silah antara kaki depan dan kaki kiri belakang berjarak sekitar 70 cm.

Baca Juga :  561 Calhaj Karanganyar Mulai Manasik, Satu Anggota DPRD Bakal Jadi TPHD. Bupati Pesan Jaga Niat dan Tutur Kata 

“Dari hasil keterangan sementara yang dilakukan oleh BKSDA kemarin, kemungkinan itu jenis macan tutul.  Karena jarak atau lebar kaki depan dan kanan kiri sekitar 25 cm. Kemudian jarak lebar kaki belakang kanan kiri sekitar 30 cm,” ujar Suharto. Wardoyo

Loading...