loading...
Loading...
Tempo.co

BOGOR, Joglosemarnews.com – Densus 88 Antiteror juga menangkap anak buah Endang, berinisial S (28) di Jalan Kapten Yusuf, Cikaret,  Kota Bogor.

Namun demikian, menurut  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, peran S belum diketahui.

Menurut Dedi, S adalah simpatisan jaringan Firqoh Abu Hamzah dan merupakan anak buah Abdu Rafi.

“Terakit perananan S masih didalami, tapi dari penangkapan itu disita dua buah handphone, KTP dan buku catatan,” kata Dedi di Bogor, Sabtu (18/5/2019).

Baca Juga :  Prabowo Imbau Pendukungnya Tak Demo di MK, Wiranto Menaruh Hormat

Lebih jauh Dedi mengatakan, beberapa jaringan ini pun masih dikejar, termasuk sistem pendanaan yang masih didalami.

“Densus 88 tidak berhenti di sini, masih terus mengembangkan dan mengejar dengan menggunakan preventive strike terhadap kelompok ini. Karena kelompok ini sangat militan dan memiliki rekam jejak yang lebih daripada JAD yang di Bekasi maupun di Lampung,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Pemeriksaan Saksi Sengketa Pilpres Bisa Saja dengan Video Conference

Endang alias Abu Rafi (51) ditangkap di rumahnya di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (17/5/ 2019), pukul 15.30 bersamaan dengan penangkapan S.

Dedi mengatakan, sasaran jaringan Fiqroh Abu Hamzah ini adalah thoghut dan kerumunan massa.

“Menurut keterangan, yang bersangkutan ini akan melakukan aksi teror pada tanggal 22 Mei mendatang, tepat saat akan dilaksanakannya aksi massa di kantor KPU,” kata Dedi.

Baca Juga :  Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga Siapkan 30 Saksi di Sidang MK

Karena terduga teroris lain masih ada, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mengerahkan massa dalam jumlah yang cukup besar pada 22 Mei 2019 di Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

“Silakan semuanya melalui mekanisme konstitusional apabila ada hal hal yang merasa kurang pas pada tahapan pemilu,” kata Dedi.

www.tempo.co

Iklan
Loading...