JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Akibat Nonton Bareng Pasutri Beradegan Ranjang, Sejumlah Bocah SD Nyaris Saja  Berbuat Cabul pada Balita

Ilustrasi . pexels
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi . pexels

TASIKMALAYA, JOGLOSEMARNEWS – Gara-gara perbuatan tak terpuji yang dilakukan Pasutri ES (24) dan LA (24) di Tasikmalaya, sejumlah bocah laki-laki berusia 12 tahun itu nyaris berbuat cabul pada balita perempuan di kampungnya.

Sebelumnya Pasutri tersebut mempertontonkan adegan ranjang kepada sejumlah bocah laki-laki berusia 12 tahun dengan memungut bayaran Rp 5.000/anak.

“Setelah menonton, mereka itu ingin mempraktekan adegan ada balita perempuan berusia 4 tahun tetangganya, tutur Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019).

Beruntung, lanjut Ato, mereka tidak sampai menyetubuhi balita itu dan hanya meraba-raba.

Baca Juga :  LP3ES: Kalau Serius Reshuffle, Jokowi Tak Perlu Mengancam, Namun Langsung Eksekusi

Untuk memulihkan kondisi psikis anak-anak yang menjadi korban dan nyaris jadi pelaku penyimpangan seksual itu, KPAID akan intens melakukan pendampingan.

Sebelumnya, Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya diresahkan kelakuan pasutri ES (24) dan LA (24).

Pasalnya, pasangan muda suami istri itu mempertontonkan adegan ranjang di hadapan sejumlah bocah yang berada di sekitar rumahnya.

Ironisnya, kejadian itu berlangsung beberapa kali pada Bulan Ramadan kemarin.

Kelakuan tidak pantas pasutri itu diketahui setelah seorang anak menceritakan kejadian kepada seorang guru ngaji di kampung itu.

Baca Juga :  Wah, Ini Deretan Perwira Polri Yang Duduki Kursi Empuk di BUMN. Salah Satunya Mantan Kapolda Jateng, Total Ada 30 Pejabat Polri yang Jabat di Lembaga Pemerintahan

“Kami sudah lakukan investigasi ke lapangan, kami mengecek bahwa memang ada laporan ada adegan suami istri yang dipertontonkan pada anak-anak. Dilakukan malam hari pada saat Ramadan,” kata Ato Rinanto saat ditemui, Selasa (18/6/2019).

Dia melanjutkan, ada sekitar 7 orang anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar yang menjadi korban perilaku seks menyimpang pasutri tersebut.

“Anak-anak yang menonton antara 12 dan 13 tahun, masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Dilakukan lebih dari satu kali,” lanjutnya.

www.tribunnews.com