loading...
Loading...
Ilustrasi pengamanan kotak suara

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, melakukan pembukaan kotak suara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019.

Pembukaan kotak suara tersebut dilakukan pada hari Senin (17/06/2019), serta disaksikan oleh Polres Karanganyar. Pembukaan kotak suara tersebut, tanpa dihadiri oleh Bawaslu Karanganyar.

Komisioner divisi teknis  KPU Karanganyar, Muhammad Maksum mengatakan pembukaan kotak suara ini dilakukan berdasarkan surat KPU Ritertanggal 14 Juni 2019 dalam rangka penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) dan penyelesaian SITUNG pemilihan umum tahun 2019.

Baca Juga :  Gugatan Sengketa Hasil Pemilu di Sragen. Satu Caleg DPR RI Menyerah, Satu Caleg DPRD Provinsi Lanjut ke MK 

Menurut Maksum, kotak suara yang dibuka tersebut berisi dokumen penghitungan suara di tingkat TPS dan dokumen hasil rekapitulasi  penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan.

“Pembukaan kotak suara ini dilakuan lebih kepada pemenuhan SITUNG pemungutan suara. Kabupaten Karanganyar, untuk pemilihan legislatif belum mencapai 100 persen. Kita membuka kotak suara, terutama hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan. Dokumen tersebut kita ambil dan dilakukan scanning dan diupload di SITUNG,” kata Maksum, Selasa (18/06/2019).

Baca Juga :  8 Personel Polres Karanganyar dan 2 PNS Diarak Keliling Kota. Ada Apa? 

Dijelaskannya, pembukaan kotak suara ini dilakukan untuk mensinkronkan antara dakumen SITUNG dengan data yang ada di kotak suara.

“Perlu ada sinkronisasi data,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti menyampaikan pembukaan kotak suara tersebut, dalam rangka persiapan alat bukti gugatan Partai Berkarya ke MK.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Penyebab Adanya 2.200 Janda Baru di Karanganyar. Faktor Ekonomi dan Selingkuh Jadi Pemicu 

Mengenai ketidakhadiran Bawaslu saat pembukaan kotak suara, Nuning menegaskan ketidakhadiran tersebut  berdasarkan hasil konsultasi dengan Bawaslu Jawa Tengah.

“ Memang betul ada pembukaan kotak suara namun kami tidak hadir. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Bawaslu Jawa Tengah, pembukaan ktak suara tersebut,atas perintah MK. Karena ada perintah dari Bawaslu Jawa Tengah, maka kami tidak hadir dan tidak menandatangani berita acara,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...