JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Kartasura, Ustadz Wasito Sebut Pelaku Tak Paham Dalil dan Bertentangan Dengan Ajaran Islam

Ustadz Wasito

IMG 20190613 011602
Ustadz Wasito

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM  Aksi teror bom bunuh diri di Pos Pam Tugu, Kartasura memantik kecaman dari tokoh agama di Sukoharjo. Tokoh agama Kecamatan Bulu, Ustadz Wasito menilai aksi bom bunuh diri itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Ustadz dari SDU Daar Al Dzikir yang juga Takmir Masjid Al Jami, Kecamatan Bulu itu mengaku prihatin dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda di depan Pos Pam Tugu menjelang Lebaran lalu.

Menurutnya aksi teror bom bunuh diri itu adalah perbuatan yang sangat dicela oleh Islam karena termasuk perbuatan pembunuhan baik terhadap diri sendiri untuk mencapai tujuan tertentu.

Baca Juga :  Terungkap, Asal Pistol Airgun yang Digunakan ZA dalam Aksi Penyerangan Mabes Polri. Penjual Senjata Ternyata Eks Napi Teroris di Aceh

“Itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dan perbuatan ini tidak ada satu pun orang dan agama yang membenarkan,” paparnya.

Ustadz Wasito menuturkan prinsip dalam Islam, tidak boleh melakukan sesuatu yang mendatangkan kerugian atau membahayakan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, dalam Islam menyingkirkan gangguan dari jalan itu termasuk bagian dari keimanan. Ia pun menegaskan bahwa aksi teror bom bunuh diri itu bisa disimpulkan bukan ajaran dan bukan tindakan yang diperintahkan oleh Islam.

Baca Juga :  Tradisi Padusan Menjelang Puasa di Sukoharjo Dilarang, Kendati Merupakan Tradisi Namun Potensi Menularkan Virus Cukup Besar

“Dia (pelaku) tidak memahami dalil. Dalil itu dia baca, dia pahami dan simpulkan sendiri. Apalagi sudah ada bibit kebencian terhadap pemerintah dan aparat,” urai Wasito.

Karenanya, sebagai wakil dari muslimin, ia sangat mengecam perbuatan teror bom bunuh diri. Sebab itu bisa merugikan diri sendiri dan menyebabkan gangguan keamanan, perasaan nyaman masyarakat dalam beraktivitas.

“Kami mengajak kaum muslimin menyerahkan penanganan pada aparat untuk mengusut setuntas-tuntasnya. Sinergi dengan aparat sangat diperlukan untuk menciptakan dan menjaga suasana kondusif,” tandasnya. Wardoyo