JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Saingan Warung Lesehan Bu Anny. Warung Pinggir Jalan Ini Patok Harga Rujak Cingur Rp 60.000 Seporsi

Warung Pinggir Jalan Ini Patok Harga Rujak Cingur Rp 60 Ribu Seporsi, Saingan Bu Anny. Instagram.com/nenk_update
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Warung Pinggir Jalan Ini Patok Harga Rujak Cingur Rp 60 Ribu Seporsi, Saingan Bu Anny. Instagram.com/nenk_update

JOGLOSEMARNEWS.COM – Beberapa waktu lalu warung lesehan Bu Anny yang berlokasi di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal viral karena menjual makanan dengan harga mahal.

Kini ada lagi kejadian serupa yang diduga terjadi di Surabaya dan berlokasi di pinggir jalan.

Video warung makan mahal pinggir jalan ini diunggah oleh akun Facebook Berita Viral dan menjadi bahan pembicaraan netizen.

Dari video terlihat konsumen sedang merekam penjual yang menjelaskan harga-harga makanannya.

Awalnya konsumen tersebut ingin membayar makanannya lalu bertanya berapa jumlah yang harus ia bayarkan.

Baca Juga :  Siswa, Guru, Mahasiswa dan Dosen Terima Bantuan 7,2 Juta Paket Kuota Internet

Si penjual lalu menyebutkan bahwa pembeli harus membayar total Rp 300.000 buat rujak cingur

“Bu, maaf ya saya mau tanya tadi habisnya bener 300 ribu buat rujaknya?,” kata konsumen di video tersebut, melansir dari Tribun Video (10/6/2019).

Lalu penjual tersebut menjelaskan bahwa harga rujak cingurnya Rp 60.000 per porsi dan es tehnya Rp 15.000

Dia kemudian menjelaskan kalo gado-gado harga lontongnya adalah Rp 15.000

Jadi total yang harus dibayarkan konsumen untuk lima porsi rujak cingur dan es teh adalah Rp 375.000

Baca Juga :  Ma’ruf Amin: Dari 8,3 Juta Pelaku UMKM, Baru 13 Persen Gunakan Teknologi Digital

Konsumen yang terkejut lalu mengatakan bahwa ia baru tahu makan rujak bakal habis segitu.

“aku baru tahu makan rujak habisnya segitu,” kata konsumen di video tersebut.

Lalu pedagang juga menjelaskan kalau tempat tidak menjamin harga.

“Kalo tempat itu nggak jamin” kata pedagang.

Sang konsumen kemudian menjelaskan biasanya harga segitu buat restoran-restoran.

Lalu pedagang pun menjawab si konsumen.

“Kalo restoran itu biasanya buat orang-orang elit.”

www.tribunnews.com