JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Kesaksian Perjuangan Anggota Polisi Yang Pernah Bertugas Misi Kemanusiaan Negara Konflik. Kulit Sebulan Sempat Retak-Retak 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang anggota polisi di jajaran Polres Rembang pernah mencicipi bagaimana rasanya bertugas menjadi pasukan misi perdamaian di negara Sudan. Bagaimana awal mula ia bisa masuk pasukan perdamaian tersebut dan apa tantangan hidup di Sudan yang terkenal dengan kawasan gurun pasirnya?

Ya dia adalah Bripka Sulistiono, sehari-hari merupakan anggota Polsek Kaliori. Pria yang tinggal di Dusun Pondohan Desa Purworejo, Kabupaten Pati ini sama sekali tidak mengira pada tahun 2008 silam dikirim ke Sudan, sebuah negara di Benua Afrika yang sedang menghadapi konflik akibat pemberontakan.

Kala itu dirinya masih bergabung di kesatuan Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Baca Juga :  Tokoh Muda Partai Golkar Siap Bangun Kekuatan Mirna di Pilkada Kendal 2020

Bripka Sulistiono menceritakan proses seleksi pasukan misi perdamaian melalui dua jalur. Ada yang dari daerah-daerah, dan dari tim taktis Brimob. Ratusan anggota ikut seleksi, akhirnya terpilih 145 personel, termasuk dirinya. Masa karantina untuk mengikuti latihan selama 3 tahun. Sebelum diberangkatkan menuju Sudan, ia sempat dikirim ke Yordania, untuk memantapkan bekal.

“Jadi saat tiba di Sudan, pasukan Indonesia memberikan andil dan masyarakat sana menyambut dengan senang hati,“ bebernya.

Bripka Sulistiono menambahkan selama di Sudan 1 tahun 18 hari, tantangan terberat adalah faktor cuaca yang berbeda jauh dengan Indonesia. Waktu malam hari di Sudan sangat dingin, tetapi pada siang hari panasnya ekstrim. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ia memperbanyak minum air putih. Meski cukup lama meninggalkan rumah, namun keluarganya sendiri, memberikan dukungan penuh.

Baca Juga :  Keuskupan Agung Semarang Buka Gereja untuk Ibadah pada 18 Juli 2020

“Saat awal 1 bulan, kita sempat merasakan kulit retak-retak, jadi harus adaptasi dulu. Minimal sehari habis air dua botol besar. Keluarga di kampung ya sebatas mendo’akan, dan saya rutin komunikasi lewat telefon,“ imbuh Bripka Sulistiono.

Bripka Sulistiono terhitung sudah 7 tahun bertugas di Polsek Kaliori, tepatnya sejak tahun 2012. Pada puncak peringatan HUT Bhayangkara di Mapolsek Sale, Rabu (10/07), pria yang mempunyai dua anak tersebut mendapatkan penghargaan dari Polres Rembang atas pengabdiannya. JSnews