loading...
Loading...
Tersangka saat diamankan di Mapolres. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Penangkapan bandar sabu bernama Rendy Angguning Budi (33) oleh Polres Sragen dua hari lalu, menguak fakta baru. Di hadapan polisi, bandar yang berprofesi sebagai sopir asal Dukuh Randusari, Desa Andong RT 08 / 04, Kecamatan Andong, Boyolali itu mulai bernyanyi.

Dia menyebut paket sabu yang hendak ia edarkan diperoleh dari salah seorang narapidana. Napi itu saat ini menghuni LP Kedungpane, Semarang.

“Dari keterangan tersangka, barang narkotika jenis sabu didapat dengan cara membeli dari salah satu napi di LP Kedungpane Semarang. Sabu itu akan dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan,” papar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo, Minggu (4/8/2019).

Menurutnya, saat ini tim masih mengintensifkan pengembangan untuk menyelidiki kebenaran nyanyian Rendy. AKP Joko mengatakan untuk pengungkapan bandar besarnya, memang membutuhkan kerja ekstra.

Baca Juga :  2 Gudang Miras Sragen Kota Digerebek Polisi. Dua Pemilik Ditetapkan Tersangka, 176 Botol Miras Impor dan Lokal Disita 

Sebab peredaran sabu yang dijalankan tersangka dilakukan dengan sistem pembelian terputus. Yakni pembayaran lewat transfer dan pengambilan ditempatkan di lokasi tertentu sehingga tidak pernah terjadi kontak darat atau pertemuan antara pembeli dengan pemasoknya.

“Tapi ini masih terus kami dalami,” terangnya.

Rendy digerebek saat hendak bertransaksi dengan pelanggannya di Dukuh Kaliapang, Desa Bagor, Miri, Sragen.

Data yang dihimpun di lapangan, penggerebekan dilakukan Jumat (2/8/2019) siang pukul 12.30 WIB. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi mengatakan penangkapan bermula dari informasi warga perihal aktivitas peredaran sabu di wilayah Miri.

Berbekal info itu, tim langsung melakukan undercover.

Saat itu, tersangka terlihat berada di lokasi dengan gerak gerik mencurigakan. Tim langsung bergerak melakukan penggeledahan.

“Saat digeledah, tersangka membawa satu klip plastik bening yang dibungkus tisuue dengan lakban merah seberat sekitar 1,10 gram. Lalu diamankan sebagai barang bukti,” paparnya Sabtu (3/8/2019).

Baca Juga :  Siswi SMA Sukodono Yang Lahirkan Bayi Hingga Tewas, Terancam Ikut Terseret Jadi Tersangka. Kapolres Sebut Ini Syaratnya!

Turut disita pula HP merek Nokia warna merah hitam beserta kartunya yang dibawa tersangka. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Sragen untuk kepentinyan penyelidikan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangkan bakal dijerat dengan Pasal 114 subsider psl 112 lebih subsider psl 127 UU no 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wardoyo

Loading...