JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gara-gara Pengusir Nyamuk, Bangunan Kandang Warga Miri Ludes Dilalap Api. Warga Sempat Berjibaku Padamkan Api 

Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fenomena musibah kebakaran terjadi di Sragen dalam beberapa waktu terakhir. Setelah rumah juragam cambah di Sragen Kota ludes, tadi pagi giliran kandang milik Arip Andi Alam (42) sarga Dukuh Pilangrejo RT 22, Desa Jeruk, Miri, dilalap si jago merah.

Api yang diduga dari bediang atau perapian pengusir nyamuk, berubah menjadi petaka dan membakar kandang milik korban.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Kobaran api kali pertama diketahui oleh Warsito, tetangga korban.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 6 Juli, 21 Orang PDP Meninggal Dunia. Tinggal 9 Pasien Positif Dirawat, 40 Sembuh, Total Sudah 25 Warga Meninggal

Menurut keterangan warga, kebakaran bermula ketika malam sebelum kejadian, korban membuat perapian dari jerami untuk mengusir nyamuk di kandang sapi.

Sekira pukul 05.30 WIB korban brangkat ke sawah dan pukul 09.00 WIB, istri korban menyusul ke sawah.

Tidak lama berselang korban diberitahu oleh warga bahwa kandangnya terbakar. Bersamaan dengan itu, warga langsung berhamburan membantu pemadaman.

Kondisi kandang yang terbuat dari bambu ditambah penuh muatan jerami kering, membuat api makin tak terkendali.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Satu Warga Sambirejo Meninggal dengan Status PDP Corona. Jadi Korban Meninggal ke-24, Sempat Dirawat di RSUD Sragen

Beruntung, berkat kesigapan warga dan bantuan mobil pemadam dari Gemolong dan Sragen, api berhasil dijinakkan satu jam kemudian. Sehingga kobaran api tak sampai merembet ke rumah korban dan permukiman lainnya.

“Penyebab kebakaran diduga dari perapian pengusir nyamuk atau bediang yang tak tuntas dimatikan. Kerugian ditaksir lebih kurang lebih Rp 5 juta,” papar Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Kamis (8/8/2019). Wardoyo