JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Dari Mekah: Keteladanan Tingginya Toleransi Umat Islam di Tanah Suci, Tak Ada Yang Berani Mengklaim Merasa Fahamnya Paling Benar

Abdullah Afandi sedang memberikan penyuluhan di lorong hotel yang ditempati para jamaah haji. Foto/istimewa


Abdullah Afandi sedang memberikan penyuluhan di lorong hotel yang ditempati para jamaah haji. Foto/istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Umat Islam memiliki tiga kota suci, yakni Makkah Al Mukarramah, Madinah Al Munawwarah, dan Baitul Maqdis di Palestina, untuk tujuan perjalanan jauh yang dianjurkan oleh Nabi Saw bukan tempat tujuan perjalanam yang lain.

Jika kita punya kesempatan untuk mengunjungi ketiga kota suci itu, perhatikan toleransi para jamaah. Sangat tinggi sekali.

Saat kita berada di tengah-tengah para jamaah di masjid, beragam perbedaan mudah sekali ditemukan. Ada yang sholat bersedekap dan ada pula yang tidak.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Polres, Kades Bener Sragen Klaim Semua Sudah Prosedural. Soal Pengalihan Jalan, Ini Jawabannya!

Ada yang memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan (tawaruk) ada yang tidak (iftiras) saat tahiyat akhir. Ada yang menuding jari dan ada pula yang tidak saat tahiyat dan lain sebagainya.

Advertisement

Namun, tidak ada satu pun jamaah yang menegur, menyalahkan, apalagi menghujat.

Baca Juga :  Bupati Sragen Blak-Blakan Nggak Happy, Instalasi OG Rp 6,4 M di RSUD Molor Parah. Dinantikan Saat Situasi Gawat, Baru Selesai Ketika Kondisi Landai

Semua jamaah fokus ke fiqh ibadah yang diyakininya tanpa mengoreksi ibadah orang lain.

Menurut Abdullah Afandi, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 2019, fenomena ini hanya di tingkat furu’iyah atau cabang.

Tidak terjadi di tingkat pokok atau dasarnya, syariat sama adapun fikih berbeda beda bahkan pada tingkat praktis bisa sangat bervariasi.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua