loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi PDIP Nyoman Dhamantra, Kamis (8/8/2019).

Kader PDIP asal Bali itu telah dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa terkait operasi tangkap tangan yang digelar KPK di Jakarta, Rabu malam hingga Kamis.

Terkait dengan penangkapan itu, Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat mengaku belum mendengar kabar tersebut.

Tapi yang jelas, ujar Djarot, Megawati sudah menegaskan sikap partai seandainya ada partai yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai perintah partai, seperti korupsi.

“Ibu Mega bilang, kalau mereka ada yang seperti itu, itu bukan kader kita. Kalau dia nganu (korupsi), pecat di tempat,” ujar Djarot di Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019).

Baca Juga :  Guntur Romli: Anies Gunakan Reuni 212 Sebagai Jalan Politik  2024

Nyoman sebelumnya diketahui berada di Bali untuk mengikuti Kongres PDIP yang digelar di pulau tersebut.

Tim KPK membawa Nyoman dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ia tiba di Gedung KPK sekitar pukul 14.00 WIB.

Secara terpisah, KPK menangkap 11 orang lainnya dalam kasus ini, yakni orang kepercayaan Nyoman, pengusaha importir dan sopir.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyebut tim mendapat informasi akan terjadi transaksi terkait rencana impor bawang putih ke Indonesia.

Di lapangan, KPK menemukan dugaan bahwa penyerahan duit tersebut dilakukan melalui sarana perbankan.

“Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp 2 miliar,” kata Basaria.

Baca Juga :  Jokowi Bakal Pangkas Eselon III dan IV Tahun 2020

Selain itu, kata Basaria, tim KPK menemukan sejumlah mata uang Dolar Amerika dari orang kepercayaan Nyoman.

Setelah penangkapan itu, KPK mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan status perkara dan status hukum orang yang ditangkap. Perkembangan perkara ini bakal diumumkan KPK dalam konferensi pers nanti malam.

www.tempo.co

Loading...