loading...
Loading...
Roby Arya / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perdebatan sempat mewarnai pertemuan antara panitia seleksi dan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung III Setneg, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Kejadiannya bermula dari pertanyaan mengenai kemampuan calon pimpinan KPK, Roby Arya mengendalikan emosi dalam memimpin sebuah organisasi.

Saat itu, anggota Pansel, Diani Sedia Wati mengaku memperoleh informasi Roby temperamental.

“Ada informasi Bapak temperamental. Bagaimana Bapak mengelola ini kalau dengan sikap yang tidak serasi?” kata Diani di Gedung III Setneg, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Roby yang merupakan Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal dan Badan Usaha Sekretariat Kabinet segera membantah.

Informasi itu dikatakannya kontradiktif dengan sikapnya selama ini.

“Mungkin saya malah sabar ya,” kata dia.

Roby yang mengaku berkomitmen meningkatkan hubungan antara pimpinan dan internal KPK melalui komunikasi yang baik, justru balik bertanya.

Baca Juga :  Ini Perjalanan Cinta UAS dan & Mellya Juniarti dari Bertemu Hingga Resmi Bercerai

“Dapat informasi dari mana?”

Dengan mengebu-gebu, Roby menjawab pertanyaan tersebut. Agar lebih meyakinkan, dia meminta Diani menanyakan langsung kepada bawahannya dahulu.

“Silakan tanya saja ke staf saya,” jawab Roby.

Di tengah penjelasan Roby, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih berusaha menengahi. Ia memotong jawaban Roby.

“Cukup, cukup,” katanya.

Namun Roby terus saja berbicara. Ia kemudian menjelaskan berbagai tuduhan yang pernah ditudingkan kepadanya. “Dulu isunya saya orang Istana, sekarang saya isunya orang HTI. Waduh.”

Yenti akhirnya kembali meminta Roby berhenti berbicara. “Cukup. Cukup. Sekarang sabar,” kata Yenti.

Roby juga sempat dikritik oleh Harkristuti Harkrisnowo mengenai ketaatannya membayar pajak.

Roby dianggap tidak taat karena mengisi SPT tidak benar sejak terdaftar sebagai wajib pajak pada tahun 2008.

Baca Juga :  Hati-hati dalam Bermedia Sosial, Ibu Ini Divonis 7 Bulan Karena Cemarkan Nama Baik Orang Lain

“Apa yang mau dipajaki dari saya? Saya enggak punya harta apa-apa,” kata dia.

www.tempo.co

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Yenti Garnasih bersama anggota Pansel Hendardi saat mendengarkan jawaban dari Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023, Firli Bahuri di Sekretaris Negara, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019 / tempo.co

Loading...