loading...
Loading...
Ilustrasi rekaman. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM-  Indikasi ketidaknetralan PNS di ajang Pilkades serentak di 167 desa di Sragen kembali mencuat. Beberapa hari terakhir, beredar rekaman seorang oknum PNS asal Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh yang diduga berkampanye dan mengajak warga di lingkungan RT-nya memilih dan mendukung salah satu Cakades.

Parahnya, oknum PNS itu diketahui justru menjabat sebagai Kepala Sekolah di sebuah SD Negeri di Sragen Barat. Berdasarkan aduan, oknum Kepsek itu terdeteksi berinisial STM.

Kasus dugaan kampanye itu juga sudah masuk ke meja kecamatan. Data yang dihimpun Joglosemarnews.com, rekaman itu beredar di kalangan warga Karangwaru.

Rekaman berdurasi hampir 20 menit lebih dan berisi pidato STM mengajak agar trah keluarga Mbah K dan Mbah A serta warga di RT-nya bisa mendukung salah satu Cakades berinisial N.

Baca Juga :  Kisah Haru Perjuangan Nikolas Saputra, Bocah Kelas IV SD di Jenar Sragen. Rela Sekolah Sambil Keliling Jualan Es Lilin Demi Hidupi Orangtua 

Pertemuan dengan warga itu diduga dilakukan malam hari. Oknum Kepsek itu bahkan meyakinkan bahwa dirinya mendukung secara frontal karena beberapa alasan.

Di hadapan warga, ia menegaskan mengajak untuk mendukung ke N karena jika nanti N terpilih, maka salah satu dari trah keluarga Mbah K atau Mbah A akan bisa dijadikan perangkat desa.

“Karena sekarang bisanya jadi perangkat desa apabila lurah menandatangani surat dengan orang yang mendaftar perangkat desa. Makanya salah satu keluargane Mbah A atau Mbah K itu bisa terlaksana jadi perangkat desa kalau N menang. Kalau kalah ya sama juga bohong,” ujar STM dalam rekaman pidatonya.

Baca Juga :  Detik-detik Dandim Sragen Pasrah Diguyur Air Hingga Basah Kuyup. Peniupan Lilin Terpaksa Juga Diulang

Rekaman ajakan mendukung salah satu Cakades itu sudah beredar sepekan terakhir. Dugaan ketidaknetralan STM dalam Pilkades itu juga sudah diadukan ke tim kabupaten Sragen berikut bukti rekaman pidato tersebut.

Saat dikonfirmasi, Camat Plupuh, Marno mengaku sudah mendengar soal adanya indikasi ketidaknetralan oknum PNS sekaligus Kepsek di Desa Karangwaru. Ia juga mengaku sudah menerima rekaman dan langsung diteruskan ke panitia Pilkades Karangwaru agar bisa ditindaklanjuti.

“Sudah dengar. Langsung saya sampaikan ketua panitia Pilkadesnya. Karena yang berwenang menangani Panitia Desa dulu, baru nanti ke kecamatan,” paparnya Senin (16/9/2019).

Baca Juga :  Kades-Kades Fenomenal Hasil Pilkades Serentak Sragen (4). Tri dan Sunanto, Kakak Beradik Yang Sukses Jadi Kades di 2 Kecamatan Berbeda

Terkait indikasi itu, Camat Marno menegaskan bahwa sejak awal pihaknya sudah mewanti-wanti agar semua PNS, perangkat desa, dan panitia Pilkades bersikap netral. Peringatan itu juga dipertegas dengan surat edaran dari bupati yang mewajibkan PNS harus netral dalam Pilkades.

Tidak boleh menjadi tim sukses maupun berkampanye mengajak dukungan. Terkait aduan di Karangwaru itu, pihaknya sudah meminta ketua panitia Pilkades untuk memberitahu oknum PNS yang bersangkutan.

“Nanti juga kita koordinasikan ke BKPP karena yang berkaitan dengan PNS adalah BKPP,” tandasnya. Wardoyo

Loading...