loading...
Loading...
AKBP Yimmy Kurniawan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen menyebut ada satu laporan dugaan money politics di Pilkades Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Sragen. Dari penangkapan diamankan enam amplop berisi uang yang ditengarai hendak dibagikan oleh kader salah satu calon Kades di desa tersebut.

Hal itu diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan Rabu (25/9/2019). Ia  menyampaikan menjelang pemilihan ini pihaknya badu menerima kabar satu desa diindikasi money politic. Laporan itu diterima dari Desa Bonagung, Kecamatan Tanon. Saat ini laporan itu masih ditangani Satgas kecamatan Tanon.

”Ada dugaan ke money politic. Ini masih didalami dan kami tunggu hasil yang lebih lanjut. Yang diduga inisial S diamankan oleh kubu lawan didapati ada 6 amplop,” papar Kapolres.

AKBP Yimmy menguraikan jika ada unsur pidana maka nantinya kasus ituu bisa dilimpahkan pada Aparat Penegak Hukum (APH). Menurutnya, dari informasi yang diterima, dugaan amplop money politic itu diamankan pada Selasa (24/9/2019) malam oleh kubu salah satu cakades.

Baca Juga :  Jeritan Petani Sragen Didera Kelangkaan Pupuk. Gerilya ke Kios-Kios Tapi Kosong, Harga Non Subsidi Pun Mencekik 

“Kami dalami lagi. Kalau memenuhi unsur dan terbukti, bisa dikenakan pasal KUHP atau penyuapan,” terangnya.

Kapolres juga menyampaikan ada indikasi botoh sudah mulai bekerja. Dia menyampaikan ada satu kecamatan yang dipantau terkait pergerakan botoh. Pihaknya belum menyampaikan soal wilayah yang sudah dimasuki botoh.

Soal penjagaan menjelang pilkades, Polres Sragen mendapat bantuan dari lima polres, masing-masing satu pleton. Selain dari Sragen sendiri menggelar gelar pasukan tadi pagi. Total ada 1.100 personil yang siaga untuk pengamanan Pilkades di 167 desa pada besok pagi (Kamis, 26/9/2019).

Terpisah, Camat Tanon Suratman mengatakan persoalan dugaan penangkapan money politic itu sudah diselesaikan di tingkat kecamatan. Ia mengklaim setelah ditindaklanjuti, kasus itu tidak cukup bukti dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dari kedua belah pihak.

“Saya nggak tahu kalau Pak Kapolres menyampaikan begitu. Yang jelas,  sudah selesai di tingkat kecamatan. Sudah kita selesaikan dengan tim Muspika, ada saya, Pak Kapolsek juga. Waktu itu, amplope nggak ada,” katanya dikonfirmasi wartawan Rabu (25/9/2019).

Baca Juga :  Awas, Pelaku Terorisme Bisa Nyamar Jadi Jemaat. Kapolres Sragen Minta Sterilisasi Pintu Masuk Gereja Diperketat Jelang Natal

Lebih lanjut, Suratman menguraikan informasi awal memang ada bagi-bagi uang dan diamankan amplop diduga dari salah satu kubu cakades. Hal itu lantas diklarifikasi ke balai dess.

“Uangnya nggak ada bukti, sudah kami sampaikan pada kedua belah pihak. Termasuk kepada yang bersangkutan dan pihak yang mempermasalahkan, dan sudah selesai Pak. Pihak yang melapor juga sudah tidak mempermasalahkan. Sudah kami selesaikan tadi malam,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...