JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

1.500 Warga Jateng Mulai dari Pemulung, Akademisi Hingga Pengusaha Akan Duduk Bersama dalam Kongres Sampah Jateng

Ilustrasi gunung sampah
loading...
Ilustrasi gunung sampah. pexels

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — 1.500 warga Jawa Tengah (Jateng) akan duduk bersama dalam acara Kongres sampah Jateng. Acara yang akan dihadiri oleh pemulung, akademisi, pemerintah, hingga pengusaha bakal digelar di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu (12-13/10/2019) lusa.

“Mulai dari pengusaha, pemerintah, masyarakat, akademisi, aktivis hingga pemulung bakal tumplek di Desa Kesongo untuk membahas tuntas penanganan sampah,” ungkap inisiator acara Putut Yulianto, Kamis (10/10/2019).

Bahkan, jelasnya, sesuai daftar undangan yang sudah terkonfirmasi, Kongres Sampah yang merupakan kongres perdana di tanah air tersebut bakal dihadiri sejumlah pejabat pusat hingga pejabat desa.

“Harapannya, bisa dilahirkan sebuah keputusan yang akan mengikat Pemerintah Pusat hingga desa, dalam penanganan sampah,” lanjutnya.

Keputusan yang dimaksud, bisa berupa regulasi dan turunannya sampai tingkat eksekusi. Misalnya terkait infrastruktur, edukasi hingga pembagian tugas di setiap sektor pemerintahan untuk menangani persoalan sampah.

Baca Juga :  Kabar Baik, 2 Pasien Positif Corona Dirawat RSUD Moewardi Solo dan Telogorejo Semarang Dinyatakan Sembuh

Setelah regulasi itu dikeluarkan, diharapkan juga bisa menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karena 102 pejabat kabupaten/ kota di Jawa Tengah juga akan terlibat dalam kongres ini,” tegasnya.

Dengan begitu, ketiga hal itu kan saling mengikat dan mendukung. “Kalau hanya infrastruktur tanpa edukasi ke masyarakat ya sama saja percuma. Juga tanpa adanya pembagian tugas yang jelas tidak ada gunanya kongres ini,” kata dia.

Putut juga menjelaskan, kongres sampah tersebut juga diikuti pengusaha, aktivis peduli sampah, akademisi dan masyarakat. Keterlibatan elemen masyarakat ini dianggap juga strategis.

Sebab mereka akan sangat membantu keberlangsungan kongres terutama terkait data, riil aksi dan pola edukasi. Termasuk keterlibatan sebanyak 77 orang dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Jawa Tengah.

Hingga hari ini, setidaknya sudah ada 27 perusahaan yang sudah mengonfirmaasi kehadirannya kepada panitia dan kesemuanya merupakan perusahaan yang punya keterkaitan dengan masalah sampah.

Baca Juga :  Ngeri, Kecelakaan Maut Mobil Minibus Hancur Digasak Kereta Api Ambarawa Ekspres di Grobogan

Selain itu juga para praktisi yang diperkirakan mencapai 26 orang. “Bahkan untuk Komunitas ada 430 kelompok bakal hadir. Bahkan perkumpulan pemulung juga bakal ikut hadir,” ucap Putut.

Hasil dari sidang komisi tersebut jadi dasar minimal bagi Gubernur Jawa Tengah untuk mengeluarkan kebijakan. Harapannya bisa diikuti oleh seluruh pemerintah daerah dan masyarakat tanah air.

www.republika.co.id