JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Parah, 13 Siswa SMP dan SMA Terciduk Razia Polisi Saat Main di Kafe. Saat Diamankan Masih Berseragam Sekolah 

Ilustrasi Satpol PP saat memberikan pembinaan kepada siswa yang terjaring razia pelajar. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi Satpol PP saat memberikan pembinaan kepada siswa yang terjaring razia pelajar. Foto/Wardoyo

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Sebanyak 13 pelajar terjaring razia yang dilakukan personel Patmagensa (Patroli Penyelamat Generasi Bangsa) Sat Sabhara Polres Grobogan, tadi pagi. Ketigabelas pelajar tersebut keluyuran di sebuah kafe di Desa Temon, Kecamatan Brati saat jam pelajaran sekolah.

Adanya kegiatan patroli ini dibenarkan Kaur Bins Ops Sabhara Polres Grobogan Iptu Salamun.

Menurut dia, penangkapan para pelajar ini difungsikan sebagai shock terapi bagi mereka supaya tidak lagi membolos saat jam belajar di sekolah.

Baca Juga :  Menuju Zona Hijau Covid-19, Legislator Dorong Pemkot Semarang Gencarkan Uji Swab dan Rapid Test Massal

“Tadi kami dari Patmagensa melakukan razia pelajar yang diduga membolos dan kami dapatkan 13 pelajar ketahuan membolos berada di sebuah kafe di Desa Temon,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

‘’Dari jumlah itu, satu diantaranya pelajar SMP dan sisanya merupakan pelajar SMA swasta di Kota Purwodadi, ” terang Iptu Salamun, Sabtu (12/10/2019).

Baca Juga :  Cegah Pencegahan Penyebaran Virus Corona, Grab Luncurkan Layanan Digital

Para pelajar ini kemudian dibawa ke Mapolres Grobogan untuk mengikuti arahan dan pembinaan.

Iptu Salamun menjelaskan masyarakat resah karena semakin banyak pelajar yang membolos saat jam sekolah.

“Adanya razia ini diharapkan bisa menjadi shock therapy bagi para pelajar supaya mereka menyadari bahwa tugas mereka sebagai pelajar dan tidak boleh membolos,” ungkapnya. JSnews