loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pada akhirnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menerima kehadiran Partai Gerindra dalam koalisi pendukung presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019 – 2024.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyambanginya di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (14/10/2019) malam.

“Iyalah, enggak apa-apa (masuk koalisi). Tapi, ibarat kalau kita sedang salat itu ada imam dan makmum. Nah, makmum yang datangnya belakangan itu namanya makmum masbuq,” ujar Muhaimin lalu kabur menaiki tangga kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Masbuq dalam istilah para ulama fikih adalah orang yang ketinggalan imam dalam sebagian rakaat shalat atau seluruhnya atau mendapati imam setelah satu rakaat atau lebih.

Baca Juga :  Viral Suara Misterius di Langit Makassar, Seperti Suara Burung Bersahutan Mengalahkan Suara Kendaraan, Ini Kata LAPAN

Apabila masbuq mendapatkan salat berjamaah, maka dia harus mengikuti imam dalam semua perbuatan salat, lalu menyempurnakan yang terlewatkan.

Dengan kata lain, sebagai makmum yang terlambat, Muhaimin meminta Gerindra mengikuti imam dan mengikuti aturan sebagai orang yang datang terlambat.

Belakangan, Prabowo memang gencar sowan ke sejumlah partai koalisi Jokowi. Sebelum bertemu Muhaimin, Prabowo sudah terlebih dahulu bertemu dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, hingga saat ini Prabowo belum menegaskan arah Gerindra menjadi oposisi atau koalisi Jokowi.

Baca Juga :  Munas Partai Golkar Dijadwalkan Bakal Dibuka oleh Presiden Jokowi

“Itu hak prerogatif presiden, udah lah nanti ada waktunya. Kan berkali-kali saya jawab, kalau memang kita dibutuhkan kita siap. Kan begitu. Tapi kita di luar pun kita siap membantu, kita siap mendukung,” ujar Prabowo saat ditemui di lokasi yang sama.

www.tempo.co

Loading...