JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tak Banyak Yang Tahu, di Ambarawa Ternyata Ada Kamp Kerja Paksa dan Interniran Terbesar Pada Zaman Penjajahan Jepang 

Foto/Istimewa
Foto/Istimewa

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM —Kabupaten Semarang menyimpan banyak peninggalan, catatan maupun peristiwa sejarah, baik sejarah masa kerajaan Hindhu kuno, sejarah masa penjajahan Belanda, sejarah pendudukan Jepang hingga sejarah untuk mempertahankan kemerdekaan.

Namun ternyata banyak sejarah itu yang luput dari perhatian. Sehingga tak sedikit pula peninggalan, catatan maupun peristiwa bersejarah di Kabupaten Semarang yang luput dari masyarakat maupun pendidik yang ada di daerah ini.

Fakta itu terungkap dalam pembukaan Festival Sejarah Kabupaten Semarang 2019, yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA, di Balai Pertemuan Polisi dan masyarakat (Fort Benteng Willem II) Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (4/10/2019).

Salah satu pengunjung, Krisnawati mengaku, ternyata ada banyak catatan dan peristiwa sejarah yang selama ini belaum banyak diketahuinya, walaupun itu ada di wilayah atau daerahnya sendiri.

Berbicara peninggalan, catatan dan peristiwa sejarah yang ada di Kabupaten Semarang ini, tentu orang akan mudah menyebut Candi Gedongsongo, Palagan Ambarawa atau Benteng Pendem.

“Setelah melihat festival sejarah ini, ternyata banyak yang luput dari perhatian,” katanya, di sela menyaksikan pameran sejarah di arena festival ini.

Misalnya di Ambarawa pernah menjadi salah satu kolasi kerja paksa dan juga menjadi kamp interniran terbesar bagi perempuan dan anak- anak Belanda dan Eropa pada masa pendudukan Jepang.

Baca Juga :  Jateng Kembali Raih TPID Award, Berhasil Tekan Inflasi sejak Tahun 2015

Atau di Fort Willem II ,tempat digelarnya festival sejarah in, juga masih ada peninggalan berupa sebuah kamar yang dahulu digunakan sebagai transit saat Pangeran Diponegoro akan diasingkan ke luar Jawa.

Pengajar di SMPN 1 Suruh ini menambahkan, kegiatan seperti Festival Sejarah ini memiliki manfaat yang cukup besar untuk menambah wawasan serta pengetahuan tentang sejarah yang ada di daerahnya.

Karena masyarakat maupun para pendidik bisa tahu lebih banyak mengenai peninggalan maupun peristiwa bersejarah yang pada jamannya pernah terjadi atau berlangsung di Kabupaten Semarang ini.

Tanpa ada kegiatan semacam ini, masyarakat umum, termasuk warga Kabupaten Semarang,mungkin tak akan pernah mengetahui peristiwa penting yang pernah terjadi dalam perjalanan sejarah di negeri ini.

“Ini bagus sebagai media menambah wawasan sejarah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM mengungkapkan, kegiatan Festival ini cukup penting untuk membangkitkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya yang ada di kabupaten Semarang.

Khususnya bagi teman- teman guru, baik guru SMP maupun SMA dan SMK. Walaupun ini yang menyelenggarakan adalah MGMP SMA, yang menjadi kewenangan Provinsi, namun bisa membangkitkan para pengajar SMP di Kabupaten Semarang untuk menggali dan mendalami lebih jauh sejarah yang ada di Kabupaten Semarang ini.

Baca Juga :  Sejumlah Kafe di Tegal Diobok-Obok, Kapolres Peringatkan Pengelola Karena Kepergok Tak Beri Tanda!

Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang juga tengah berupaya bisa memiliki museum untuk menyimpan benda- benda bersejarah. Sebab beberapa benda bersejarah dari Kabupaten semarang selama ini tersimpan di museum yang ada di Semarang.

Dalam waktu dekat Kabupaten Semarang juga akan mewujudkan Museum pandanaran di Kecamatan Tuntang. Fasilitas museum ini selain menyimpan juga akan menjelaskan sejarah masa lalu bagaimana Kabupaten Semarang ini berdiri.

Sehingga pemerintah daerah lewat Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan festival Sejarah Kabupaten Semarang 2019 ini.

“Sehingga, harapannya akan semakin mengguah teman- teman pemerhati, pegiat dan pelestari sejarah akan semakin bersemangat untuk menggali berbagai sejarah yang ada di kabupaten Semarang ini,” tambah Sukaton.

Sementara itu, usai pembukaan para tamu undangan juga berkesempatan untk berkeliling melihat pameran sejarah yang ada di lantai satu dan lantai dua Balai Pertemuan Polisi dan Masyarakat tersebut.

Pameran ini menampilkan beberapa foto dan catatan dari peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Kabupaten Semarang. Bahkan beberapa di antaranya merupakan peristiwa yang selama ini belum banyak diketahui umum.

Seperti peristiwa tertembaknya Letkol Isdiman yang menjadi titik awal terjadinya serangan umum Ambarawa atau yang lebih dikenal dengan Palagan Ambarawa, Peristiwa Lemah Abang serta Perebutan Banyubiru. JSnews