JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Teledor Bakar Sampah, Kakek 75 Tahun di Miri Sragen Nyaris Kehilangan Rumah. Sebagian Kandang dan Dapur Ludes 

Ilustrasi kebakaran. Foto/Wardoyo
Ilustrasi kebakaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah kebakaran juga terjadi di Miri, Sragen, Minggu (6/10/2019) siang. Sebuah dapur dan kandang ternak milik warga setempat nyaris ludes gara-gara dilalap si jago merah.

Kebakaran itu menimpa dapur dan kandang milik Yarkoni, kakek berusia 75 tahun asal Dukuh Pelem RT 14, Desa Geneng, Miri.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.26 WIB. Kebakaran diduga dipicu ulah teledor korban yang membakar sampah namun ditinggal pergi.

Menurut keterangan warga, siang itu korban sempat diketahui membakar sampah yang ada di belakang rumah. Seusai menyulut sampah, kemudian ditinggal pergi.

Baca Juga :  Merdeka Banget, 2 Nenek di Sragen Ini Curi Perhatian Saat Asyik Ngobrol Berdua di Sawah Sampai Tak Sadar Ada Pejabat Penting di Hadapannya. Simak Jawaban-Jawaban Polosnya Soal Corona dan Pilkada!

Rupanya korban tak menyadari jika api membesar dan terbawa hembusan angin. Api kemudian menyambar bangunan dapur dan kandang yang ada di dekat lokasi sampah.

Seketika api langsung berkobar melahap bangunan kandang dan dapur yang terbuat dari kayu. Mendapati hal itu, warga langsung berhamburan membantu pemadaman.

“Beruntung api bisa segera dipadamkan sehingga tak sampai merembet ke rumah. Yang terbakar hanya kandang dan dapur saja. Pemicunya adalah api bakaran sampah yang menyambar bangunan dapur di dekatnya. Kami mengimbau agar di situasi kemarau panas seperti ini, warga lebih berhati-hati jika membakar sampah, membuang puntung rokok atau membuat perapian. Karena cuaca angin dan panas bisa memicu kebakaran. Dalam sehari ini saja, ada tiga lokasi kebakaran,” tukas Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono melalui Pelaksana Lapangan Pemadam Kebakaran, Lilik Slamet, Minggu (6/10/2019). Wardoyo

Baca Juga :  Ada Pelajar 13 Tahun di Sragen Tewas Gasak Tronton, Kanit Laka Minta Orangtua Berani Larang Anaknya Bawa Motor. "Jangan Bangga Lihat Anaknya Bisa Bermotor di Jalan Raya Kalau Risikonya Fatal!"