JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Mulia Kelompok Remaja Desa Ngijo Karanganyar. Rela Jualan Makanan Demi Bantu Orang Jompo 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Di tengah modernisasi dan pergaulan masa kini, ternyata masih ada remaja yang punya pemikiran sosial.

Salah satunya ditunjukkan oleh remaja asal Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar ini.

Mereka rela berjualan makanan di pinggir Jalan Lawu bertepatan dengan Car Free Day (CFD), Minggu (17/11/2019) hanya untuk misi mulia, bisa membantu sesama.

Makanan yang dijual diangkut menggunakan mobil dan sebuah meja. Di atas mobil itulah menjadi harapan mereka untuk mengais uang demi bisa mewujudkan obsesi mulia.

Dari tempat sederhana itu menjadi wahana mereka melayani setiap pembeli.

Pelajar yang duduk dibangku SMP dan SMA itu secara sukarela berjualan makanan dan hasil dari jualannya dihimpun untuk menyantuni kaum jompo di sekitar tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  Tembaki Kucing dengan Senapan, Seorang Warga di Karanganyar Dilaporkan ke Polisi Oleh si Pemilik Kucing. Satu Ekor Mati, Dua Luka Ringan

“Di sekitar tempat tinggal kami, banyak kaum jompo. Kami akhirnya tergerak untuk mencari cara bagaimana bisa menyantuni mereka. Ya ini lah cara kami, kumpulkan uang dari hasil jualan. Dari pada meminta-minta,” kata Pendamping para remaja, Ari Susanto, Senin (18/11/2019).

Ada beberapa menu makanan yang mereka jual. Mulai dari nasi pecel, sup matahari, sup manten, dan sup galantin. Harga per porsinya cukup terjangkau, mulai Rp 7.000-Rp 7.500.

“Ini edukasi bagi mereka, melatih kepekaan dan wirausaha. Dari pada larinya ke hal yang nggak baik,” kata Ari.

Baca Juga :  Bicara di Hadapan Karang Taruna Sarirejo, Rober Ingatkan Narkoba Lebih Berbahaya dari Corona. Ini Alasannya!

Ia menguraikan apabila hasil jualan sudah terkumpul banyak, nantinya akan diwujudkan dalam bentuk sembako atau uang. Hasil itulah yang kemudian diberikan kepada para kaum jompo.

“Kami langsung berikan dari rumah ke rumah yang menjadi sasaran,” ungaknya.

Untuk sementara ini mereka jualan setiap Minggu bertepatan dengan CFD mulai pukul 06.00-08.00.

“Sebenarnya ada sekitar 15 remaja, karena ada beberapa kegiatan ini yang ikut 8 orang. Ini baru pertama kali, sementara jualan setiap Minggu dulu,” tuturnya. Wardoyo