JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Badai Landa Gunung Lawu, 15 Pendaki Tertahan di Basecamp Candi Cetho Akibat Cuaca Buruk. Dua Jalur Pendakian Ditutup Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan

Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB
Penampakan awan tebal unik di atas lereng Gunung Lawu. Foto/FB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Pariwisata Karanganyar menyatakan jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho dan Cemoro Kandang ditutup sementara karena badai. Penutupan jalur pendakian itu dikarenakan cuaca ekstrim dan badai yang terjadi di Gunung Lawu.

Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi kepada wartawan mengatakan, karena penutupan dilakukan lantaran saat ini badai tengah melanda Gunung Lawu.

Dua jalur pendakian yang masuk wilayah Karanganyar baik dari Candi Cetho maupun Cemoro Kandang, terpaksa harus ditutup sementara.

Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  100 Lebih Warga Karanganyar Dilaporkan Pindah Keyakinan Peluk Agama Islam. Ketua Islamic Center Berharap Tetap Istiqomah

“Sementara disetop pukul 10.00 WIB .
Karena kami apat laporan dari petugas di base camp Candi Cetho,” paparnya.

Nardi menguraikan sejauh ini ada sebanyak 15 pendaki yang saat ini masih tertahan di base camp pendakian Candi Cetho lantaran cuaca buruk.

“Setop sementara, pendaki yang mau naik disetop dulu mengingat cuaca ekstrem. Sementara di atas badai dan kabut,” paparnya.

Karenanya, untuk keamanan, para relawan sudah bersiaga di dua jalur pendakian.

Ada juga relawan yang berada di Pos IV jalur Cemoro Kandang, yang dapat memantau dan melaporkan perkembangan situasi.

Baca Juga :  Pangdam dan Kapolda Jateng Kompak Ziarah ke Makam Soeharto di Giribangun Karanganyar. Pangdam Sebut Soeharto Orang Yang Berjasa pada RI dan TNI!

Berdasarkan laporan yang diterimanya, juga ada sekitar 30 orang yang masih berada di jalur pendakian via Candi Cetho.

Sedangkan untuk yang melewati jalur Cemoro Kadang ada sekitar 7 atau 8 orang.

Nardi menjelaskan penutupan sementara dikarenakan cuaca ekstrem yang tidak menentu.

Kalau kebakaran ditutup karena bisa meluas. Apabila belum ada perkembangan hingga pukul 19.00 WIB atau 20.00 WIB, pihaknya dapat membuat surat resmi tentang penutupan alur pendakian kepada Disparpora dan mengirim tembusannya ke pihak Perhutani. Wardoyo