JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Cemburu Buta, Pemicu Keretakan Rumah Tangga Pria Yang Nekat Tusuk Perutnya Sendiri di Sambungmacan Sragen

Korban saat dievakuasi ke RSUD Sragen. Foto/Wardoyo
Korban saat dievakuasi ke RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi percobaan bunuh diri warga Dukuh Ringinharjo, RT 20, Desa Banyurip, Sambungmacan, Sragen, Huda (40) dengan menusuk perutnya sendiri, Jumat (10/1/2020) dinihari, akhirnya menguak tabir kehidupan rumah tangganya.

Pria yang berprofesi sebagai penjual cothil atau perabot keliling itu, ternyata belum lama menikahi, Suwarni (40) istrinya.

Biduk rumahtangga keduanya baru dirintis sekitar dua bulan lalu dengan status janda ketemu duda. Namun perjalanan rumah tangga mereka nyaris berakhir gegara persoalan ketidakpercayaan yang kelewat batas dari sang suami.

“Mereka baru sekitar dua bulan nikah. Yang laki duda, yang perempuan janda. Belum dikaruniai anak, tapi dari pernikahan sebelumnya sudah. Nah, dari keterangan sang suami, selama ini memang cemburu terhadap istrinya,” ujar Pak Kadus, Hari Cahyono, Minggu (12/1/2020).

Hari menuturkan, meski baru seumur jagung, rumah tangga keduanya diakui oleh korban memang sering diwarnai pertengkaran. Rasa cemburu yang terlalu dan seringnya terjadi silang pendapat, membuat istri korban pun tertekan.

Baca Juga :  Sejarah, Penetapan Paslon Pilkada Sragen Rame-Rame Diboikot Wartawan. Kesal Kinerja KPU Dinilai Tidak Profesional

Hingga puncaknya, istri korban memilih minta pisah dan minta korban minggat dari rumah. Bahkan istri korban sempat pulang ke rumah orangtuanya yang masih satu dukuh.

Hal itulah yang kemudian memicu tragedi pada Jumat (10/1/2020) dinihari kemarin. Di mana Huda nekat hendak bunuh diri dengan menusuk perutnya pakai pisau dapur.

Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan karena sang istri berteriak minta tolong.

Saat menusukkan pisau dapur di tangannya, suami Suwarni (40) itu diketahui sempat melontarkan kalimat ancaman mau mengakhiri hidupnya.

“Sambil memegang pisau ke hadapan istri, korban mengatakan NEK AKU ORA URIP  KARO KOWE MENDING AKU BUNUH DIRI (kalau nggak hidup sama kamu lebih baik aku bunuh diri). Kemudian pisau yang dipegang korban ditusukkan sendiri ke arah perut korban bagian tengah di atas pusar,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno, Jumat (10/1/2020).

Sang istri yang malam itu lagi kesal seusai cekcok pun tak bisa menyergah. Korban lalu menusukkan pisau ke perut hingga keluar darah mengucur sekira pukul 00.15 WIB.

Baca Juga :  Vonis Korupsi Rp 2 Miliar RSUD Sragen, Eks Dirut RSUD Sragen, PPK dan Pengusaha Rahadian Wahyu Dijatuhi Hukuman 6 Tahun Penjara. Lebih Berat 4 Kali Lipat dari Tuntutan Jaksa

Melihat suaminya menusuk perut dan roboh, istri korban takut dan lari keluar menuju ke Pos kamling untuk memberitahu warga yang sedang ronda.

Selanjutnya korban di tolong ramai-ramai oleh warga dan kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sambungmacan. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Sragen.

“Sebelum kejadian, korban memang sempat datang berkonsultasi ke rumah saya pukul 22.00 WIB. Dia bilang sedang ada masalah keluarga dengan istrinya dan diusir. Lalu kami datang menemui istrinya di rumah orangtuanya dan kami beri nasehat agar bisa diselesaikan secara baik-baik. Bilangnya ya sedang bertengkar dengan istrinya dan diminta pergi dari rumah,” urai Hari.

Hari memastikan korban mengalami luka tusuk sedalam 2 cm dan tak terlalu parah. Siang tadi, korban bahkan langsung bisa pulang. Wardoyo