JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Penembakan Roket Iran ke Pangkalan Udara AS Picu Kenaikan Harga Minyak dan Emas

Peta Iran dan pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat di Irak yang diserang Tehran. Sumber: aljazeera.com / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perseteruan Iran dan Amerika Serikat (AS) sebagai buntut dari tewasnya Jenderal Qassem Soleimani oleh rudal tanpa awak AS, terbukti telah mengakibatkan melonjaknya harga minyak.

Setelah Iran menembakkan roket ke langkalan udara AS, harga minyak melonjak tinggi di level US$6 5 per barel di New York.

Tak hanya harga minyak, harga emas juga ikut meroket. Di Indonesia bahkan harga emas batangan Antam telah mencapai hampir Rp 800.000 per gram.

Harga emas dunia dikabarkan menembus level US$1.600 per troy ounce setelah Iran melancarkan balasan terhadap Amerika Serikat atas kematian Jenderal Qasem Soleimani. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot melonjak 2,4 persen ke level US$1.611,42 per troy ounce, level tertinggi sejak 2013, dan diperdagangkan di level US$1.609,28 pada pukul 08.32 pagi waktu Singapura.

Dalam laman beritanya, Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa Iran telah menembakkan serangkaian roket ke pangkalan udara gabungan AS-Irak Ayn al-Asad di provinsi Anbar, Irak barat, pada Rabu pagi 8 Januari 2010, waktu Baghdad.

Perkembangan terbaru ini spontan menyulut kekhawatiran bahwa kematian Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan udara AS di Irak pada Jumat pekan lalu akan memicu konflik meluas di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan minyak global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,4 persen ke level US$ 65,48 per barel di New York Mercantile Exchange dan naik tajam 3,9 persen ke level US$ 65,13 per barel pada perdagangan Rabu pukul 08.13 WIB waktu Singapura.

Dengan demikian, harga minyak mentah telah naik sekitar 6 persen sejak AS membunuh Soleimani dalam serangannya pekan lalu. Peristiwa ini memicu kemarahan pemerintah Iran yang berjanji akan membalaskan kematian Soleimani.

Meski pasokan minyak dari Timur Tengah masih terus mengalir untuk saat ini, risiko gangguan pasokan telah menghantui pasar minyak atas kemungkinan terjadinya serangan terhadap fasilitas-fasilitas energi.

Kepada televisi Iran, IRGC mengatakan bahwa akan ada tindakan lebih lanjut yang dilancarkan sebagai respons atas serangan udara di Irak yang menewaskan Soleimani. Pasar pun dilanda kekhawatiran bahwa harga minyak akan meroket tak terkendali.

www.tempo.co

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya