JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Disidak DPRD Karena Amburadul, Proyek Jalan Baok-Karangudi Sragen Langsung Diterjang Banjir

Banjir akibat hujan deras mengguyur Selasa (7/1/2020) melanda jalur proyek jalan di Baok-Karangudi. Foto/Istimewa
Banjir akibat hujan deras mengguyur Selasa (7/1/2020) melanda jalur proyek jalan di Baok-Karangudi. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Karut marut pengerjaan proyek jalan Baok-Karangudi, Ngrampal, Sragen yang sempat macet hingga gagal target, membuat Komisi III DPRD akhirnya turun tangan dengan menggelar sidak, Senin (6/1/2020).

Sehari setelah disidak, jalan poros antar kecamatan di Ngrampal dan Sragen itu langsung diguyur hujan lebat hingga banjir.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , banjir melanda setelah hujan deras mengguyur Selasa (7/1/2020) siang tadi. Gelontoran air hujan yang cukup intens membuat air meluber hingga melimpas ke jalan.

Proyek jalan yang sempat dihujat warga karena mangkrak dan lambat itu pun langsung tertutup luberan banjir.

“Iya, tadi sempat hujan deras dan air meluber hingga menggenangi proyek jalan yang kemarin kita sidak,” papar anggota DPRD Komisi III, Bambang Widjo Purwanto, Selasa (7/1/2020) petang.

Sebelumnya, komisi yang membidangi pembangunan itu langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek jalan yang sempat membuat warga marah karena mengganggu mobilitas tersebut.

Baca Juga :  Tambah 4 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Menanjak Jadi 456. Tiga Pasien Dirawat di Rumah Sakit Solo, 684 Kontak Erat dan Total Sudah 59 Meninggal Dunia

Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi III, Sugiyarto didampingi para anggota komisi seperti Bambang Widjo Purwanto, Heru Waluyo, Wahyu Dwi Setyaningrum, Bahrul Mustawa, Joko Setiawan, dan Suyanto.

Sidak juga dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Sragen, Marija, Kabid Bina Marga Albert Pramono Susanto dan jajarannya.

Setiba di lokasi jalan, tim DPRD langsung ditemui oleh Gumelar, Direktur PT Bangun Gumelar Jaya, selaku rekanan pelaksana proyek jalan senilai Rp 2,49  miliar itu.

Semula, Gumelar berkilah bahwa kegagalan mencapai target itu karena faktor cuaca dan alam, lalu pada libur akhir tahun kendaraan tidak bisa beroperasi.

Namun setelah didesak, akhirnya ia pun mengakui bahwa kekurangan finansial juga menjadi kendalanya.

Ketua Komisi III, Sugiyarto pun mengingatkan kepada kontraktor agar lebih konsisten menyelesaikan pekerjaan di sisa waktu perpanjangan waktu yang diberikan.

“Pemerintah minta anggaran sudah dikasih tapi nggak dilaksanakan dengan baik, sing dinggo sasaran masyarakat ya wakil-wakilnya di DPRD gini,” ujarnya.

Baca Juga :  Curhat Sukiman Usai Gagal Daftar ke Pilkada Sragen. Ungkap Perjuangan 10 Hari Rela Bertahan di Jakarta Demi Kejar Rekom, Ternyata Semua Ikhtiar Berakhir Sia-Sia

Saat ditanya apakah sudah punya uang, Gumelar kemudian menjawab dana sudah siap. Saat ditanya kesanggupan menyelesaikan, ia menjawab akan menyelesaikan 14 hari lagi atau tanggal 20 Januari.

Seperti diberitakan, proyek jalan Baok-Karangudi itu didanai dari APBD tahun 2019. Sesuai kontrak, harusnya pekerjaan pengecoran jalan 1,9 km itu selesai per 28 Desember 2019.

Namun hingga waktu habis, proyek baru dapat 624 meter dan kemudian macet tanpa kejelasan.

Warga yang kesal karena jalanan malah tertutup besi proyek dan tak bisa dilalui, sampai membredel besi dan membuat jalan sendiri.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Sragen, Marijo kepada wartawan menyampaikan kontraktor proyek jalan Baok-Karangudi itu masih diberi kesempatan perpanjangan 50 hari terhitung sejak kontraknya berakhir 28 Desember. Menurutnya perpanjangan itu sudah sesuai aturan.

“Tadi sudah diultimatum dan menyangupi akan diselesaikan 2 minggu maksimal tanggal 20 Januari. Nanti akan dipercepat dan udah-mudahan bisa selesai,” katanya. Wardoyo