JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Berenang di Pantai Parangtritis, 7 Mahasiswa Terseret Ombak, 1 Tewas, 1 Hilang. Tim SAR Terjunkan Satu Perahu Jukung Hingga Pakai Drone

Sarlinmas Parangtritis, Basarnas, Ditpolair Polda DIY dan sejumlah potensi SAR melakukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Parangtritis, Minggu (9/2/2020). Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berenang di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Tujuh mahasiswa terseret ombak Sabtu (8/2/2020) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibatnya, lima orang berhasil selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia dan satu lainnya dinyatakan hilang dan saat ini dalam proses pencarian.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III pantai Parangtritis, Arief Nugroho menceritakan, kronologi kejadian bermula ketika delapan rombongan mahasiswa berwisata ke Pantai Parangtritis, sekitar pukul 20.00 malam.

Mereka awalnya bermain di tepian pantai. Kemudian sekitar pukul 23.00, tujuh mahasiswa berenang.

Baca Juga :  49 Mahasiswa Panitia PPSMB 2020 UGM Jalani Isolasi Covid-19

“Kebetulan mereka berenang tepat di daerah Palung sehingga mereka terseret arus laut ke selatan dan tenggelam,” kata Arief ditemui di lokasi kejadian, Minggu (9/2/2020).

Ketujuh korban yang tenggelam, antara lain, Gabriel Zefanya Gerungan (18) asal Manado, Leonardo Manihuruk (20) Pekanbaru, Fazar Hosea Napitupulu (18) Medan, Dante Levi Benedict (19) asal Medan Polonia, Kevin Hasiholan (18) asal Pekanbaru, Eagan Chang Wen Tan (20) Batam, dan Jeven Samuel Rendawa (20) asal Pekanbaru.

Lima nama pertama, Gabriel, Leonardo, Fazar, Dante, dan Kevin berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  Satu PKL Malioboro Meninggal Covid-19, 3 Lainnya Diketahui Tertular

Satu mahasiswa, atas nama Eagan ditemukan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Sedangkan satu lainnya, Jeven, saat ini masih dinyatakan hilang.

Puluhan personel Sarlinmas Parangtritis bersama Ditpolair Polda DIY, Basarnas dan potensi SAR lainnya seperti Code X dan Semesta, saat ini masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Upaya pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai, termasuk menerjunkan satu perahu Jukung ke tengah laut.

“Kita juga upayakan melakukan pencarian lewat jalur udara mengunakan drone,” kata Arief.

www.tribunnews.com