loading...

JOGLOSEMARNEWS.COM – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan organisasi pencak silat yang tergabung ke dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Selain terkenal dengan jurus-jurus bela dirinya, PSHT dikenal memiliki banyak sekali falsafah kehidupan yang sangat bijak.

Kata-kata bijak bisa kamu jadikan pelajaran dalam menjalani kehidupan. Kata-kata bijak tersebut pun dijadikan sebagai prinsip hidup setiap anggota PSHT secara turun temurun.

Kata mutiara PSHT bahkan sudah menginspirasi banyak orang. Banyak orang yang juga menggunakan falsafah hidup PSHT yang bijak dan penuh pelajaran tersebut. Kamu bisa menjadikan kata-kata falsafah hidup tersebut sebagai referensi mengarungi kehidupan di dunia.

Mengutip dari Liputan6.com yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (5/2/2020) tentang kata mutiara PSHT.

Kata Mutiara PSHT Tentang Kehidupan
Berikut beberapa kata mutiara PSHT tentang kehidupan:

1. Urip Iku Urup, yang secara harfiah artinya “hidup itu menghidupi”. Maksudnya dalam hidup harus bisa menjadi manfaat bagi orang lain.

2. Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan, yang berarti “sebaik-baiknya orang adalah memberi pertolongan dengan tanpa ingin diketahui orang lain”.

3. Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti, yang berarti “segala kesempurnaan hidup dapat diluluhkan dengan budi pekerti luhur”.

4. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli, yang berarti “bekerja dengan giat tanpa pamrih, cepat tanpa mendahului dan tinggi tanpa menandingi”.

5. Jer Basuki Mawa Beya, yang artinya “segala kesuksesan membutuhkan pengorbanan”.

6. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara yang secara harfiah berarti “memperindah keindahan dunia serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak pada diri”.

7. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe, yang berarti “seberapa tinggimu mencari pengetahuan, seberapa dalammu menuntut ilmu, seberapa banyak guru yang mengajarmu, tetap bergantung pada dirimu sendiri”.

8. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi, yang berarti “gejolak jiwa (seharusnya) tidak mengubah kepastian”.

Baca Juga :  Curhatan Perawat Di Tengah Virus Corona, Dapat Stigma Negatif Hingga Harus Putus ASI

9. Tega Larane, Ora Tego Patine, yang secara harfiah berarti “Tega melihat sakitnya, tidak tega melihat matinya”. Yang mana maksudnya adalah warga PSHT berani menyakiti seseorang dalam rangka memperbaiki bukan merusak (membunuh).

10. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha, yang berarti “mendatangi tanpa kawan, menang tanpa mengalahkan, sakti tanpa kesaktian dan kaya tanpa kekayaan”.

Berikut beberapa kata mutiara PSHT bijak:

1. Sepira Gedhening Sengsara Yen Tinampa Amung Dadi Coba, yang berarti “seberapapun besarnya kesengsaraan jika mampu menerimanya hanya akan jadi cobaan semata”.

2. Ala Tanpa Rupa Yen Tumandhang Amung Sedhela, yang berarti “setiap rasa kesusahan, keburukan, serta masalah-masalah apabila dijalani dengan berlapang dada maka kemudian terasa sebentar saja”.

3. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan, yang artinya “jangan sakit hati kala musibah menimpa, jangan susah kala kehilangan”.

4. Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso yang berarti “segala daya upaya manusia tidak akan bisa melebihi ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa”.

5. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo, yang berarti “jangan tergoda kemewahan, jangan mudah mendua agar semangat tidak kendur”

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, yang berarti “jangan mudah heran, jangaan mudah kecewa, jangan mudah kaget, jangan manja”.

7. Satria Ingkang Pilih Tanding yang secara harfiah berarti “Seorang ksatria mampu memilih lawan”. Maksudnya seseorang berjiwa ksatria hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lemah daripadanya”.

8. “Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti” artinya segala kesempurnaan hidup (Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan) tetap kalah jika dibandingkan dengan budi pekerti yang luhur.

9. “Cilik ora kurang akal, gede ora luweh akal.” Artinya: kecil bukan berarti kurang akalnya, namun besar juga bukan berarti lebih berakal jika selalu ingat maka tidak akan mundur.

Baca Juga :  Melayat Ibunda, Jokowi Hanya Bolehkan 2 Menteri Mendampingi

10. “Sopo suci adoh saka bebaya pati.” Artinya: Siapa yang mempunyai pemikiran terpuji pasti akan di jauhkan dari segala macam mara bahaya.

Kata Mutiara PSHT Singkat Penuh Makna
Berikut beberapa kata mutiara PSHT singkat penuh makna:

1. Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton, yang artinya “jangan hanya bisa bicara namun harus bisa membuktikan”.

2. Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso, yang artinya “jangan merasa bisa, namun juga harus bisa merasakan”.

3. Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan, yang artinya “jangan suka menyusahkan orang lain, apa jeleknya membahagiakan orang lain”.

4. Ngunduh Wohing Pakarthi, yang artinya “siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatannya”.

5. Amemangun karyenak tyasing sesama, yang berarti “membuat nyaman perasaan orang lain”.

6. Sukeng tyas yen den hita, yang berarti “suka/bersedia menerima nasihat”.

7. Aja Adigang, Adigung, Adiguna, yang berarti “jangan sok kuasa, sok besar dan sok sakti”.

8. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman, yang berarti “jangan terobsesi kedudukan, keduniawian dan kepuasan”.

9. Sing Resik Uripe Bakal Mulya, yang berarti “yang bersih hidupnya akan mulia”.

10. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas, yang berarti “jangan sok pintar karena akan salah arah, jangan suka berbuat curang karena akan celaka, yang ragu-ragu akan binasa”.

Itulah beberapa kata mutiara PSHT yang bisa kamu jadikan pelajaran dalam kehidupan. *