loading...
Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Himbauan larangan mandi di laut masih terus digencarkan Polres Kebumen. Pasalnya cuacs ekstrim yang melanda perairan belakangan ini membuat tidak sedikit wisatawan dilaporkan hilang bahkan tewas saat nekat mandi di laut.

Imbauan salah satunya dilakukan langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama pejabat utama Polres Kebumen. Tadi siang, Kapolres berkesempatan memasang banner larangan mandi di pantai Petikusan Mirit.

Bahkan, Kapolres turun langsung memasang banner di jalan menuju pantai, yang dikaitkan di atas pepohonan agar mudah terbaca.

Pemasangan dilakukan untuk kembali mengingatkan para wisatawan untuk tidak mandi di laut.

“Kami berharap dengan memasang banner dengan ukuran cukup besar ini, warga masyarkat akan menghindari kegiatan mandi di laut,” kata AKBP Rudy di sela kegiatan dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Ngeyel Tak Pakai Masker, Penumpang Metro Mini Kena Semprot Anggota Polisi di Cimangu

Diungkapkan AKBP Rudy, selain memasang banner, melalui petugas Polsek yang memiliki garis pantai, melalui patroli dialogis, ia akan terus mengimbau masyarkat agar tidak melakukan kegiatan berbahaya itu.

“Selalu kami ingatkan. Mandi di laut berbahaya. Ombaknya besar. Sudah banyak korban jiwa,” imbuh Kapolres.

Data yang dimiliki Polres Kebumen, selama tahun 2020, dua korban dilaporkan hilang dan dua lainnya ditemukan meninggal akibat kecelakaan laut.

Dua pelajar inisial FA (18) dan ZM (16) hilang terseret ombak Pantai Laguna, Kebumen, Jateng, pada saat ia berwisata di pantai itu pada tanggal 1Januari 2020 silam.

Baca Juga :  26 Pedagang Pasar Kobong Ketahuan Positif Covid-19, Tim Brimob dan Kimia Biologi Radioaktif Dikerahkan Susuri Semua Sudut Pasar, Semprotkan Bahan Ini!

Keduanya nekad mandi di Pantai Laguna saat ombak sedang tinggi.

Seorang pemancing inisial DR (31), warga Desa Banjarharjo, Kecamatan Ayah, Kebumen dilaporkan meninggal setelah sebelumnya terseret ombak saat memancing di Gua Lawa Desa Karangbolong pada hari Rabu 15 Januari 2020 sekitar pukul 13.45 WIB.

TA (26) warga Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, pada Hari Rabu 19 februari 2020 ditemukan mengambang di pantai Desa Tlogodepok Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, tanpa ada laporan warga masyarkat tergulung ombak sebelumnya.

Dengan pemasangan banner itu, Kapolres Kebumen berpesan kepada masyarkat untuk ikut mendukung upaya Polri menekan angka kecelakaan laut di perairan Kebumen. JSnews