JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gubernur Jateng Buatkan Kartu Khusus untuk Permudah Akses Penyandang Disabilitas

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin apel jajaran Pemprov Jateng pada Senin (7 1 2019) pagi, di Halaman Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Kota Semarang. Istimewa/Tribunnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jajaran Pemprov Jawa Tengah (Jateng) maupun para kepala daerah di lingkup Provinsi Jateng diminta untuk lebih peduli terhadap para penyandang disabilitas.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ganjar memerintahkan anak buahnya untuk membuat kartu khusus penyandang disabilitas.

“Dinas sosial langsung saya perintahkan untuk membuat kartu khusus disabilitas, semua bupati/wali kota harus peduli penyandang disabilitas saat melakukan pembangunan fasilitas umum. Disnakertrans tindaklanjuti soal pembuatan co-working space,” kata Ganjar.

Pernyataan Ganjar itu menyusul dua orang penyandang disabilitas M Ainul Yaqin dan Juniar Akhmad Abdillah yang mengusulkan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan orang-orang seperti keduanya.

Di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang memimpin jalannya Musrenbangwil eks Karesidenan Pekalongan di Kabupaten Brebes, Ainul meminta agar para penyandang disabilitas dibuatkan kartu khusus difabel.

“Kartu itu penting untuk kami dalam mengakses semua hal, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, pekerjaan dan lainnya. Misalnya kalau naik angkutan umum, dengan menunjukkan kartu itu, kami diberikan prioritas. Saat berobat, juga ada pelayanan khusus. Yang penting juga masalah pekerjaan, agar kami bisa mendapat akses itu,” kata Ainul.

Juniar yang juga berbicara dalam Musrenbangwil dengan bahasa isyarat, meminta agar para penyandang disabilitas mendapat kemudahan akses di tempat umum dan pusat pelayanan publik.

Menurut Ketua Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gergatin) Kabupaten Brebes itu, selama ini banyak fasilitas publik dan instansi pemerintahan yang belum ramah difabel.

“Kami juga minta disediakan co-working space yang dapat diakses para penyandang disabilitas, serta meminta pemerintah menggelar banyak pelatihan bahasa isyarat kepada masyarakat luas agar komunikasi menjadi lebih mudah,” kata Juniar melalui penerjemah bahasa isyarat.

Ganjar mengatakan bahwa Musrenbangwil tahun ini digelar berbeda. Tidak lagi fokus soal usulan pembangunan, melainkan pada inovasi untuk mengurangi angka kemiskinan di Jateng.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memiliki inovasi penanggulangan kemiskinan dengan program Tegal Eman Lansia.

Program itu dilakukan dengan pemberian jaminan sosial kepada lansia, bantuan pemakaman dan pemeriksaan kesehatan.

“Kami juga memberikan bantuan iuran BPJS untuk warga miskin, pemberian bantuan untuk penunggu pasien dan lainnya,” ucap Dedy.

Adapun Bupati Tegal Umi Azizah berinovasi dengan program Three-J, yakni Jaminan Hidup, Jaminan Kesehatan dan Jaminan Rumah.

“Di pendidikan kami juga punya inovasi program Yuh Sekolah Maning, yang memastikan semua anak miskin di Tegal tidak putus sekolah karena kemiskinan,” kata Umi.

Selain kedua pimpinan daerah itu, para kepala daerah yang hadir dalam acara Musrenbangwil se Eks Karesidenan Pekalongan juga berlomba untuk mengatasi berbagai persoalan yang dialami masyarakatnya.

Nantinya, inovasi-inovasi dari setiap kabupaten/kota itu akan dilihat seberapa efektif dalam penanganan masalah.

“Nanti kita adopsi yang paling efektif dan kita wajibkan daerah untuk menjalankan inovasi ini, sehingga kebijakan nantinya bisa bersifat menyeluruh,” pungkas Ganjar.

www.tribunnews.com

Baca Juga :  Tega, Pelajar Asal Kendal Dicekoki Miras Lalu Digilir 5 Pria Dari Sore Hingga Pagi. Satu Pelaku Adalah Pacar Korban Minta Jatah 3 Kali