JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Masyarakat Diimbau Waspadai Perampokan Bermodus Petugas Penyemprot Corona

Ilustrasi pencurian atau pembobolan rumah / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Ibarat ungkapan “kesempatan dalam kesempitan”, tren maraknya penyebaran virus vorona pun memunculkan peluang tindak kejahatan yang perlu diwaspadai, yakni perampokan yang menyaru sebagai petugas penyemprot corona.

Terkait dengan hal itu, Kepolisian Daerah Lampung mengeluarkan surat edaran kewaspadaan terhadap modus kejahatan baru yang memanfaatkan isu penyebaran virus corona tersebut.

Surat itu diteruskan kepada seluruh kepala kepolisian reserse di Provinsi Lampung, 10 Maret 2020.

Berdasarkan dokumen yang diterima Tempo, surat edaran tersebut menjelaskan adanya kemungkinan pelaku kejahatan melancarkan modus operandi perampokan atau pencurian dengan berpura-pura menjadi petugas penyemprot virus corona.

Dalam aksinya, pelaku akan memanfaatkan kekhawatiran masyarakat terhadap isu penyakit yang sedang berkembang.

“Sehubungan dengan tersebut, bersama ini diperintahkan kepada KA untuk melakukan upaya,” tulis surat yang ditandatangani oleh Wakil Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudarsono tersebut.

Upaya yang dimaksud meliputi langkah antisipasi terhadap modus operandi baru dengan mensosialisasikannya kepada media dan masyarakat.

Selanjutnya, kepolisian diminta untuk melakukan penegakan hukum seumpama menemukan pelaku kejahatan yang menggunakna modus baru itu.

“Agar menimbulkan deterrent efect (efek jera),” tulis surat itu.

Dikonfirmasi melalui pesan pendek, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono memastikan saat ini belum ada temuan kasus kejahatan dengan modus memanfaatkan isu virus corona.

“Ini hanya sebagai upaya preventif dan antisipasi terhadap kejahatan dengan modus baru,” tuturnya, Kamis (12/3/2020) petang.

www.tempo.co

Baca Juga :  Gara-gara Twit Singgung Habib Lutfi, Maheer At-Thuwailibi yang Pernah Ribut dengan Nikita Mirzani, Ditangkap Polisi dan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ujaran Kebencian