JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fakta Baru Perampokan Juragan Beras di Kedawung Sragen. Terdeteksi Bawa Motor Satria FU, Pelaku Sempat Acungkan Parang Sambil Ancam Korban Mati Opo Urip!

Kondisi juragan beras asal Karangpelem, Kedawung, Sragen yang sempat disatroni perampok dan tersabet parang ketika dibawa ke Puskesmas. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi juragan beras asal Karangpelem, Kedawung, Sragen yang sempat disatroni perampok dan tersabet parang ketika dibawa ke Puskesmas. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Aksi perampokan pengusaha beras asal Dukuh Jatirejo, RT 7, Desa Karangpelem, Kedawung, Sumarni (60), Jumat (17/4/2020) siang menguak fakta baru.

Perampok bersenjata parang itu diketahui beraksi sendirian dengan mengendarai sepeda motor Satria FU. Pelaku juga sempat mengeluarkan ancaman apa korban pilih mati atau hidup.

Fakta itu terungkap dari hasil pengembangan kepolisian yang menindaklanjuti kasus itu. Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy melalui Kasubag Humas AKP Harno mengatakan pelaku memang bersenjatakan parang,  sempat menyabet hingga mengenai tangan korban hingga terluka sobek di bagian telapak.

Pelaku beraksi dengan menyamar ingin membeli bekatul. Beruntung korban yang sempat terluka bisa terselamatkan setelah berteriak minta tolong dan pelaku kabur.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi perampok itu terjadi pukul 12.00 WIB. Menurut keterangan korban, pelaku datang saat dia sedang menjaga gudang penggilingan padi sendirian.

Baca Juga :  Kisruh Kepengurusan GP3A Sragen, Ribuan Petani Menjerit, 37.000 Hektare Lahan Kekurangan Air. Hampir 2 Tahun Suplai Air Colo Mandeg, DPU PR Mengaku Tak Ikut Campur!

“Saat kejadian, korban sedang sendirian di gudang penggilingan karena suami bersama pegawainya pulang melaksanakan sholat jumat. Selang lima menit datang seorang laki-laki atau pelaku mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Kemudian pelaku masuk menemui korban lalu bertanya tentang harga katul (bekatul),” paparnya Senin (20/4/2020).

Karena tidak ada kecocokan harga dan banyaknya katul , pelaku kemudian berakting keluar ke arah utara dengan mengendarai sepeda motornya.

Selang waktu 10 menit sekitar jam 12.15 WIB, pelaku datang lagi menemui pelapor bertanya kampung Pengkok niku pundi Bu. Korban kemudian ditanya oleh pelaku lha rumah sampean pundi Mas?.

Lalu pelaku sempat menjawab dengan mengatakan berasal dari Masaran. Setelah itu pelaku itu mulai melaksanakan niat jahatnya.

“Pelaku kemudian senderan di depan pintu sambil melihat-lihat situasi di luar. Lalu pelaku mengeluarkan sebilah parang untuk mengancam korban sambil bilang mati opo urip (mati apa hidup). Spontan tangan korban menangkis ke arah depan dan telapak tangan kiri korban mengenai ujung parang sehingga luka dan mengeluarkan darah,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Pantirejo Sukodono Sragen Meluas Usai Sopir Minibus Meninggal Positif. Istri dan 2 Anaknya Juga Positif, 11 Warga Diswab, Yang Lain Masih Tunggu Hasil

Mendapat serangan itu, korban langsung berteriak maling –maling. Pelaku sempat membuka laci meja milik korban namun di dalam laci tidak ada uangnya atau kosong.

Bersamaan dengan teriakan itu, pelaku ketakutan dan kemudian kabur dengan mengendari sepeda motornya ke arah selatan. Sementara warga yang berdatangan kemudian menolong korban dan dibawa ke Pukesmas Kedawung II.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek di bagian telapak tangan kanan sepanjang 3 sentimeter sedalam beberapa milimeter. Namun tidak ada kerugian material karena pelaku gagal mendapat hasil ketika membuka laci.

“Saat ini masih dilakukan pendalaman,” tukasnya. Wardoyo