JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kabar Baik, Anak 7 Tahun Positif Corona Asal Bantul Dinyatakan Sembuh

Ilustrasi memakai masker saat pandemi virus corona. Pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kanar baik, seorang anak berumur 7 tahun asal Kabupaten Bantul dinyatakan sembuh dari virus corona atau Covid-19. Anak tersebut sebelumnya dinyatakan positif corona pada tanggal 24 Maret 2020 dan menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Informasi mengenai kesembuhan pasien asal Bambanglipuro itu dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan infeksi Covid-19 Kabupaten Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santoso, Sabtu (11/4/2020) sore.

Sri Wahyu menerangkan, bahwa satu pasien positif yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati telah dinyatakan sembuh.

Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi laboratorium dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP) DIY menunjukkan hasil negatif.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, UMY Mulai dengan Kuliah Tatap Muka

“Hari ini (sudah diperbolehkan) pulang,” terang Sri Wahyu atau biasa disapa Dokter Oki.

Diketahui sebelumnya, anak berusia 7 tahun yang dinyatakan sembuh tersebut memiliki riwayat kontak dengan sang Ayah yang baru saja melakukan perjalanan dari Bogor pada tanggal 11 Maret 2020.

Anak tersebut dinyatakan positif pada 24 Maret 2020.

Lalu, menjalani perawatan di RSUD Panembahan Senopati sampai akhirnya dinyatakan sembuh.

Sementara ayah dan ibunya, berdasarkan informasi pihak Rumah Sakit, kata Oki, sudah diperbolehkan pulang terlebih dahulu pada Minggu lalu.

“Ibu dan Bapak hasilnya negatif,” ucap dia.

Lanjutnya, Oki menjelaskan, dengan sembuhnya satu pasien, maka pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Bantul per tanggal 11 April pukul 16.30 WIB berjumlah 4 orang.

Baca Juga :  4 Anggota Dewan Positif Covid-19, Kompleks DPRD Yogyakarta Ditutup untuk Sterilisasi

Mereka sedang menjalani perawatan di RSPAU Hardjolukito 1 orang, RSUP Dr Sardjito 1 orang, RSUD Yogyakarta 1 orang dan RSUD Sleman 1 orang.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit, ada 43 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah lima orang.

Pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan physical distancing atau jaga jarak.

Jangan melakukan pengucilan atau stigmatisasi terhadap pasien ODP, PDP maupun pelaku perjalanan.

“Jaga situasi kondusif agar kita bisa berhati-hati dan waspada,” terangnya.

www.tribunnews.com