JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Mengharukan, Ungkapan Bahagia Perawat Usai Dinyatakan Sembuh Covid-19. Berjuang Tak Kenal Lelah, Hidupkan Rasa Bahagia untuk Tingkatkan Imunitas

Sukarsih Perawat Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dinyatakan positif sembuh Covid-19. Foto/Humas Pemprov Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran virus corona (Covid-19) menempatkan para petugas medis di garda depan menangani sekian banyak pasien. Perjuangan tak kenal lelah ini harus mendapat apresiasi dari publik.

Saat ini, pendemi Covid-19 telah merebak wilayah Indonesia. Bahkan, beberapa korban meninggal dunia akibat positif terinfeksi Covid-19 berasal dari kalangan petugas medis, baik itu dokter maupun tenega keperawatan. Tak ada angka global saat ini, terdapat risiko yang dihadapi oleh tenaga medis dalam merawat pasien. Penyebaran Covid-19 juga mengubah interaksi mereka dengan pasien, rekan kerja dan keluarga. Tidak sedikit para pejuang medis juga berada dalam tekanan psikologis yang besar lantaran krisis akibat penyebaran virus mematikan Covid-19. Di Jawa Tengah ada tenaga medis yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19 berbagi cerita dengan memberikan semangat dalam upaya penanganan pasien Covid-19.

Satu orang tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus bernama Sukarsih telah dinyatakan sembuh Covid-19. Sebelumnya perawat asal Kabupaten Pati ini dinyatakan positif terpapar Covid-19. Setelah dipastikan sembuh, kini Sukarsih membagikan semangat kepada para pasien Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Ia mengajak berfikir senang, gembira dan bahagia untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Baca Juga :  Torakur, Cemilan Khas Bandungan yang Wajib Dicoba

Berdasarkan keterangan yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Sukarsih menceritakan saat dirinya dinyatakan positif COVID-19. Di awal, ia mengaku merasakan sakit perut, diare dan kepalanya pusing setelah empat hari bertugas di ruang isolasi khusus COVID-19. Bahkan, dia hanya mengira kondisi itu efek lain dari menstruasi yang tengah dialaminya. Menurut dia, dengan keadaan dirinya yang semakin tidak nyaman, akhirnya dia memeriksakan diri ke instansi gawat darurat (IGD) RS Mardi Rahayu Kudus. Pada saat itu, dokter yang memeriksakan dirinya menyarankan untuk dirawat inap. Apalagi diketahui dia memiliki riwayat bertugas di ruang isolasi khusus COVID-19.

“Pada tanggal 27 Maret 2020, dokter menyarankan untuk CT Scan Thorax atau CT Scan dada,” kata Sukarsih.

Hasilnya, lanjut dia, ternyata mengarah ke COVID-19 dan saya berstatus jadi pasien dalam pengawasan.

“Hari itu juga saya dipindah ke ruang isolasi khusus pasien dalam pengawasan (PDP),” ungkap Sukarsih.

“Selanjutnya pada tanggal 28 Maret 2020 menjalani rapid test. Hasilnya saya dinyatakan Covid-19,” kata dia.

Ia melanjutkan, untuk memastikan pihak rumah sakit kemudian mengambil sampel swab dari Sukarsih. Dari hasil swabnya kemudian menguatkan dari rapid test dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Baca Juga :  Bawaslu Jateng Minta Semua Elemen Taat Protokol Kesehatan Selama Rangkaian Pilkada

“Selang beberapa hari, pada hari Jumat (3/4), ia kemudian menjalani tes Polumerase Chain Reaction (PCR) dan kembali mendapatkan kabar tidak menyenangkan. Hasil tes ia positif Covid-19,” kata dia.

Ia mengaku sempat syok,  setelah seluruh tes yang dia jalani menyatakan positif Covid-19. Namun dia terus menyemangati diri agar sembuh dari penyakit tersebut. Hasilnya, pada Sabtu dan Minggu tanggal 4 dan 5 April 2020, atau tepat 14 hari sejak bertugas di ruang isolasi, Sukarsih menjalani dua tes swab lanjutan.

“Hasil swabnya negatif. Saya pun dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit,” imbuh dia.

Hasil swab diperkuat laporan PCR-nya, yang juga menunjukkan negatif covid. Hasil PCR itu keluar pada Rabu (8/4).

“Saya benar sembuh dan boleh pulang. Negatif artinya tidak ada virus lagi di tubuh, sehingga saat pulang juga benar-benar aman, tidak ada virus di tubuh yang bisa menular ke orang lain. Semuanya indah pada waktunya,” kata dia.

“Saya tidak henti-hentinya mengucap syukur atas kesembuhannya. Dia juga berdoa agar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo senantiasa sehat supaya bisa mengawal perang terhadap covid-19,” kata dia. Satria Utama