JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Mulai Besok Pemkot Semarang Tambah 5 Ruas Jalan Lagi yang Ditutup 12 Jam, Meluas ke Pinggir, Ini Daftarnya

Penutupan jalan imbas Corona di Kota Semarang, Minggu (29/3/2020). Tribun Jateng/ Iwan Arifianto

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah menutup lima ruas jalan protokol selama 12 jam pada hari kerja dan selama 24 jam pada akhir pekan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana menambah jumlah jalan yang akan ditutup di Kota Semarang mulai Selasa (7/4/2020) besok.

Lima ruas jalan tersebut yaitu Jalan Dr Wahidin mulai dari Kaliwiru hingga pertigaan Sisingamangaraja, Jalan Supriyadi, Jalan Hasanudin, Jalan Tanjung, dan Jalan Basudewo.

Sebelumnya Pemkot Semarang telah menutup lima ruas jalan protokol yaitu Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan, Jalan Gajahmada, dan Jalan Ahmad Yani.

Kebijakan akan diberlakukan mulai pada Selasa (7/4/2020) pukul 18.00 hingga 06.00.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, setelah dilakukan penutupan di lima jalan protokol di pusat kota, pihaknya melihat aktivitas di pusat sudah semakin berkurang.

Namun, masih cukup banyak aktivitas di kawasan pinggir. Sehingga, Pemkot mengambil kebijakan untuk menambah ruas jalan yang ditutup.

Baca Juga :  Pemprov Tak Segan Tutup Destinasi Wisata di Jateng yang Melanggar Protokol Kesehatan

Jika masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penambahan kembali.

“Tapi, kami tidak berharap itu. Kami terus ingatkan masyarakat untuk kurangi aktivitas di luar. Covid-19 tidak boleh disepelekan.

Mari sikapi untuk memutus mata rantai,” pinta Hendi, sapaannya, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, penambahan ruas jalan yang ditutup merupakan akses yang dianggap masih ramai.

Namun, penutupan ini bukan berarti tidak memberi akses sama sekali kepada warga setempat. Warga setempat masih bisa melalui jalan lain.

Penutupan ini bertujuan untuk meminimalkan mobilitas yang bukan warga setempat.

“Dengan harapan mereka sadar akses jalan semakin susah mereka akan stay at home,” tambahnya.

Hendi mengakui, ada beberapa pihak yang terkena dampak akibat penutupan jalan yang dilakukan Pemkot, semisal para pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, atau pihak lainnya.

Baca Juga :  Limbah Medis Virus Corona Blora Telah Mencapai 369 Ton, Sama Dengan Volume Tahun 2019

Namun, dia tidak tinggal diam. Pemkot berupaya memberikan bantuan berupa sembako kepada pihak yang terdampak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto menambahkan, penutupan ruas jalan tahap dua yang diberlakukan di Jalan Dr Wahidin mulai dari Kaliwiru hingga pertigaan Sisingamangaraja, Jalan Supriyadi, Jalan Hasanudin, Jalan Tanjung, dan Jalan Basudewo merupakan tindak lanjut dari penutupan tahap pertama.

Dimana, tahap pertama terkonsentrasi di perkotaan, sedangkan penutupan tahap kedua ini lebih merujuk ke arah pinggir kota.

“Kami harapkan bisa mengurangi laju arus yang selama ini cukup ramai di jalanan Kota Semarang,” ucapnya.

Dia juga berharap, penambahan penutupan jalan ini bisa membuat masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah sehingga kondisi Kota Semarang akan segera kembali normal terbebas dari covid-19.

www.tribunnews.com