JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ternyata Sukoharjo Belum Bisa Terapkan PSBB Meskipun Jumlah Kasus Positif COVID-19 Tertinggi se Surakarta, Ini Penyebabnya

Simulasi penanganan pasien Corona di Wonogiri
Penanganan pasien COVID-19. JSNews. Aris Arianto

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Sukoharjo sementara ini belum bisa menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kendati saat ini Sukoharjo menjadi wilayah di eks Karesidenan Surakarta yang memiliki kasus positif COVID-19 tertinggi dengan 29 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan telah menggelar rapat  bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Kerabat Cemas Karena Ada Kerabat Meninggal Dunia dan Rumahnya Berdekatan

“Sukoharjo belum bisa masuk di angka untuk melakukan PSBB,” ujar dia di Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Senin (27/4/2020).

Menurut dia, ada beberapa kriteria bagi suatu daerah untuk ditetapkan PSBB. Meliputi transmisi lokal, kesiapan fasilitas kesehatan, kasus kematian, sebaran dalam satu kabupaten, dan lainnya.

Kriteria tersebut lalu akan dinilai, apakah kalkulasi nilai tersebut memenuhi untuk diberlakukan PSBB. Ada nilai yang dipersyaratkan di sana untuk dilakukan PSBB, Sukoharjo belum tercapai.

Baca Juga :  Catat Lur Ini Daftar Denda Bagi yang Tidak Memakai Masker di Sukoharjo, Awalnya 50 Ribu Kalau Masih Nekat Dendanya Bakal Digandakan

Kendati seperti itu dia memperkirakan Pemprov Jateng tidak akan mengambil langkah PSBB untuk wilayah Jateng, terutama di Surakarta. Hal ini dilihat dari berbagai pertimbangan, baik dari sisi efektifitas hingga dampak yang ditimbulkan dari pemberlakuan PSBB. Aria