JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tolak Buat Karantina, Bupati Sragen Pastikan Satgas Covid-19 Sudah Terbentuk di 208 Desa dan Kelurahan. Ada 9.311 Pemudik Dipantau, 2.519 Pemudik Sragen Dinyatakan Lolos

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memastikan semua desa dan kelurahan di Sragen sudah membentuk Satgas COVID-19.

Hal itu sebagai konsekuensi kebijakan Pemkab yang memutuskan tidak akan membuat lokasi karantina bagi pemudik seperti instruksi Gubernur Jateng.

Satgas COVID-19 Desa tersebut akan bertugas memantau dan mengawasi 11.830 pemudik yang melakukan proses karantina mandiri di rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, seusai menerima bantuan masker dari rumah sakit swasta di Pendapa Rumdin Bupati, Jumat (10/4/2020).

Baca Juga :  Tak Banyak Yang Tahu, Ternyata Ini Minuman Kegemaran Bupati Sragen. Termasuk Yang Akan Dikonsumsi Jelang Tes Kesehatan Paslon Siang Nanti!

“Hari ini semua sudah terbentuk. Satgas COVID-19 Desa diketuai kepala desa dan diwakili oleh ketua BPD (Badan Perwakilan Desa). Beberapa satgas desa ini bahkan sudah bekerja dalam beberapa pekan terakhir,” paparnya kepada wartawan.

Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sragen itu menguraikan, di antara ribuan pemudik yang melakukan karantina mandiri di bawah pantauan Satgas COVID-19 Desa, 2.519 pemudik sudah dinyatakan lolos karantina.

Para pemudik tersebut dinyatakan sehat dari paparan Corona, usai melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Baca Juga :  Keren, Sragen Borong 5 Penghargaan Top BUMD Award 2020 di Jakarta.  Bupati Pesan BPR BKK Karangmalang dan BPRS Sukowati Lebih Intens Bantu Permodalan UMKM

“Alhamdulilah dengan pola pengawasan ini, sudah ribuan pelaku perjalanan yang lolos dari masa karantina. Saat ini masih ada 9.311 pemudik yang sedang dalam masa karantina mandiri di bawah pengawasan satgas desa. Kita harapkan seluruhnya lolos,” jelasnya.

Yuni berharap seluruh relawan yang tergabung dalam Satgas COVID-19 Desa, terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap para pemudik ini.

Pihaknya mempersilakan setiap desa untuk menampilkan kearifan lokal masing-masing daerah agar pemantauan para pemudik ini berjalan dengan baik. Wardoyo