JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Update Terbaru Corona Jateng 17 April, Korban Meninggal Melonjak Capai 40 Orang, 286 Orang Positif, 23.918 ODP dan 759 PDP Masih Dirawat

Ilustrasi pemakaman pasien corona. Foto/Humas Polda Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah masih menunjukkan tren ancaman. Sejauh ini, jumlah pasien positif dinyatakan meninggal dunia terus bertambah menjadi 40 orang.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Jumat (17/4/2020) pagi  pukul 06.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 286 orang.

Dari jumlah itu 208 orang masih dirawat, 38 orang dinyatakan sembuh dan 40 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket mencapai 23.918 orang. Pun jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat tercatat masih sebanyak 759 orang hari ini.

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
sebaran 40 korban meninggal positif Covid-19 hingga hari ini.

Pasien positif meninggal itu masing-masing tersebar 11 orang di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 5 RSUD Dr. Moewardi Solo, 4 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 RSUD Tidar Kota Magelang, 3 RSU Columbia Asia Semarang.

Kemudian 2 di RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal, 2 di RSU Mardi Rahayu Kudus, 2 di RSU Telogorejo Semarang, 2 di RSUD Kraton Pekalongan, 1 di RSUD Cilacap dan 1 RSUD dr. Soedirman Kab, Kebumen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  Hadapi Corona, Gubernur Ganjar Pertegas Sinergi dengan Ulama dan Pengelola Ponpes

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah masih menunjukkan tren ancaman. Sejauh ini, jumlah pasien positif dinyatakan meninggal dunia terus bertambah menjadi 40 orang.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Jumat (17/4/2020) pagi pukul 06.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 286 orang.

Dari jumlah itu 208 orang masih dirawat, 38 orang dinyatakan sembuh dan 40 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket mencapai 23.918 orang. Pun jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat tercatat masih sebanyak 759 orang hari ini.

Dalam website tersebut, juga dipaparkan sebaran 40 korban meninggal positif Covid-19 hingga hari ini.

Pasien positif meninggal itu masing-masing tersebar 11 orang di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 5 RSUD Dr. Moewardi Solo, 4 RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 RSUD Tidar Kota Magelang, 3 RSU Columbia Asia Semarang.

Baca Juga :  Gelar 403 Operasi, Pemkab Kudus Jaring 6.951 Pelanggar Prokes, Jumlah Sanksi Denda Capai Rp 58 Juta

Kemudian 2 di RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal, 2 di RSU Mardi Rahayu Kudus, 2 di RSU Telogorejo Semarang, 2 di RSUD Kraton Pekalongan, 1 di RSUD Cilacap dan 1 RSUD dr. Soedirman Kab, Kebumen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward