JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Di Jateng Belum Ada Zona Hijau, Ganjar Minta Uji Swab Digalakkan

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) masih melanda wilayah Jawa Tengah. Hingga kini, belum ada daerah di Jawa Tengah yang sudah masuk kategori zona hijau atau belum ada nol kasus covid-19.

Atas kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta masyarakat di Jawa Tengah untuk tetap berhati-hati serta mengedepankan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19.

“Namun beberapa daerah seperti Kota Magelang ini atau beberapa daerah lain sudah melandai. Tapi saya tetap minta hati-hati dan menjaga betul kondisi itu,” kata Ganjar Pranowo.

Ganjar juga memberikan tanggapan minta adanya pernyataan WHO yang menyebut pemeriksaan covid-19 di Jawa Tengah rendah. Ganjar menekankan, metode yang digunakan terkait pemeriksaan memang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

“Metode yang kami lakukan beda, tidak orang lewat terus dites, ada kerumunan dites. Tidak seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

Pemeriksaan lanjut Ganjar dilakukan dari mereka-mereka yang positif covid-19. Dari tracing yang dilakukan, barulah tes dilaksanakan. Termasuk kelompok-kelompok rentan seperti lansia dan sebagainya. Itu yang jadi target kami,” sambung Ganjar.

Kendati demikian, Ganjar Pranowo, menegaskan pihaknya meminta kepada kabupaten/kota di wilayahnya yang apabila mengalami kenaikan kasus covid-19 agar melakukan peningkatan tes PCR. Hal itu untuk penanganan kasus agar cepat tuntas.

“Kepada daerah-daerah yang memang terindikasi ada kenaikan kasus covid-19 maka lakukan peningkatan tes. Tesnya kita dorong sekarang PCR test,” kata Ganjar.

Ganjar meminta mereka yang dites bukan lagi orang lewat atau kerumunan. Akan tetapi, orang yang sebelumnya dari hasil tracing dan ada indikasi mengarah kepada covid-19.

“Jadi model kita tidak orang lewat atau kerumunan seperti ini langsung kita test tidak, tapi berdasarkan berapa jumlah yang kita ketahui dari mereka yang positif dari tracing. Dengan tracing itu, diharapkan nanti ketahuan lebih baik lagi dan itu secara total dilakukan. Sekarang saya minta karena dari data kita itu yang rata-rata mohon maaf meninggal itu ada dua penyakit besar, satu gula (diabetes), dua hipertensi,” terang Ganjar.

Baca Juga :  Lawan Kotak Kosong, Inilah Kesiapan Paslon Hendi-Ita

Untuk mengatasi hal itu, orang nomor satu di Pemprov Jateng ini kemudian meminta data dari BPJS terkait warganya yang terindikasi mempunyai riwayat penyakit gula dan hipertensi. Lalu kepada mereka yang memiliki riwayat dua penyakit tersebut untuk dilakukan tes terlebih dahulu.

“Sekarang kita sudah minta dari BPJS secara proaktif, kita ambil, kita cari orang Jawa Tengah yang hipertensi sama gula itu kita tes lebih dulu terus, kemudian dia dikarantina. Itu untuk mencegah karena itu tinggi sekali,” katanya. Satria Utama