JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Prabowo Ingin Borong 15 Jet Tempur Bekas, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Jokowi

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menghadiri open house yang digelar di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Natal, di Jakarta Selatan, Rabu ( 25/12/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membeli 15 jet tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon, dinilai
tidak sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penilaian itu disampaikan oleh Pengamat militer dari Universitas Paramadina, Anton Aliabbas.

“Jokowi meminta belanja pemerintah mengutamakan produk dalam negeri dan mengerem belanja keluar. Ini jelas-jelas mau belanja keluar,” kata Anton dalam diskusi ICW dan Imparsial, Senin (27/7/2020).

Anton menyarankan agar Prabowo menjelaskan rencana pembelian jet tempur milik Angkatan Udara Austria tersebut.

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jalan Percetakan Negara: Polisi Sebut Proses Menggugurkan Janin Hanya 5 Menit

Misalnya, berapa nilai kontrak yang diajukan dan apa saja amanat dalam Undang-Undang Industri Pertahanan yang bisa diakomodir dari pembelian jet tempur bekas itu.

Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2012, pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) produk luar negeri harus memenuhi syarat, di antaranya kewajiban alih teknologi dan imbal dagang.

Jika pemerintah ngotot membeli jet tempur bekas tersebut, Anton pun berharap agar ada perencanaan yang baik.

Baca Juga :  DPP PDIP Bakal Hukum Kader yang Langgar Protokol Kesehatan

“Jangan sampai pesawat yang bagus, mahal, dan diprediksi usianya tinggal 13 tahun, tapi tidak sampai 5 tahun sudah di Museum Satria Mandala,” kata dia.

Diketahui, Kementerian Pertahanan berencana memborong 15 pesawat tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria.

Rencana pembelian itu terungkap setelah koran Austria, The Kronen Zeitung, mempublikasikan surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner pada 18 Juli lalu.

www.tempo.co