JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Wali Kota Rudy: Gak Apa-apa Solo Zona Hitam, Ternyata ini Alasannya

Ilustrasi virus corona. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai “penetapan” Solo zona hitam covid-19 tidak berlebihan. Hal itu diharapkan mampu memberikan shock therapy pada warga Solo agar lebih waspada.

Menurut Rudy, pertimbangan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo dalam menyebutkan Solo masuk dalam zona hitam tepat karena lonjakan pasien positif Corona dalam satu hari bertambah 18 orang tersebut cukup mengagetkan.

“Kemarin sempat kaget juga. Sebelumnya paling satu atau dua orang nambahnya, kemarin 18 orang sekaligus dalam satu hari. Ya gak papa, Solo zona hitam. Biar masyarakat lebih waspada,” ujarnya, Senin (13/7/2020).

Baca Juga :  Belum Bisa Direm, Total Positif Covid-19 Solo Jadi 609 Kasus

Namun demikian, Rudy mengakui secara keseluruhan Kota Solo belum masuk kategori tersebut. Pasalnya, jumlah pasien positif Corona tidak sampai 60 persen dari jumlah total warga Solo.

“Ya gak, masih jauh dari kriteria. Zona hitam itu kalau jumlah pasien positifnya 60 persen atau lebih dari jumlah penduduk,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Solo semakin gencar melakukan penertiban dan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dari sebelumnya. Termasuk melarang anak di bawah usia 15 tahun masuk ke pusat keramaian.

Baca Juga :  Bersama Bajo, Gibran-Teguh Deklarasikan Kampanye Damai

“Seperti alun-alun kidul, sudah ditutup total. Pokoknya nanti penertiban akan dilakukan semakin gencar. Termasuk bagi para pesepeda yang masih banyak abai. Sampai harus terus membubarkan mereka karena selalu berkerumun dan tidak menggunakan masker. Pedagang pasar tradisional juga. Kita akan terus menertibkan dan tegakkan pemakaian masker,” tandasnya. Prihatsari