JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Cerita Relawan Uji Klinis Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan China: Biasa Saja

Ilustrasi vaksin. Foto: pexels.com

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, China sudah dimulai pada Selasa (11/8/2020) lalu. Sebanyak 19 relawan telah mendapat suntikan pertama untuk vaksin tersebut.

Dua hari usai penyuntikan vaksin pertama, beberapa relawan membagikan cerita dan pengalamannya. Mereka mengaku tidak mengalami perubahan apa pun sejak mendapat suntikan pertama untuk vaksin Sinovac.

“Biasa saja, normal,” kata salah satu relawan uji klinis, Nina Fatimah, saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Nina mengatakan tidak mengalami gejala pusing, demam, atau rasa sakit lain setelah vaksinasi. Hal serupa juga diungkapkan seorang relawan lainnya, Yuana Romdhoniah.

“Saya baik-baik saja masih sama seperti kemarin-kemarin,” ujarnya lewat pesan singkat.

Nina maupun Yuana mengaku hanya merasakan sakit ketika disuntik pada bagian atas lengan kirinya. “Disuntik pasti sakit lah,” ujar Yuana.

Namun setelah itu tubuhnya tidak merasakan reaksi apa pun. Bekas merah di titik suntikan pun dilihatnya nihil. “Tidak ada tanda bekas bentol atau merah,” kata Nina.

Baca Juga :  Jadikan Hotel Ruang Karantina Mandiri Pasien OTG, Kemenparekraf Anggarkan Dana Rp100 M. Pasien akan Diisolasi 14 Hari di Hotel Bintang Tiga, Dapat Fasilitas Makan hingga Laundry

Kedua relawan itu mendapat suntik vaksin di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung.

Tidak diketahui apakah mereka mendapat cairan vaksin yang sedang diuji klinis atau hanya plasebo sebagai alat kontrol, karena pembagian vaksin atau plasebo di antara para relawan dilakukan secara acak dan rahasia.

Manajer Lapangan Tim Riset Eddy Fadlyana mengatakan, tidak ada laporan relawan yang sakit selain nyeri di tempat suntikan. Pada umumnya nyeri itu hilang sebelum dua hari. “Rasanya pegal saja,” ujar Eddy, Kamis (13/8/2020).

Tim secara lengkap baru akan mengevaluasi kondisi tiap relawan dua pekan setelah setiap vaksinasi yang diberikan. Di antara periode itu, tim riset membekali tiap relawan buku laporan dan termometer untuk memeriksa suhu tubuh.

Mereka diminta untuk menuliskan kondisi tubuhnya setiap hari sebagai bagian dari riset yang menyertai uji klinis tersebut. Jika jatuh sakit, relawan diminta menghubungi petugas yang kontaknya juga telah disediakan. Selain itu petugas tim riset juga akan memantau kondisi relawan selama penelitian berjalan hingga enam bulan ke depan.

Baca Juga :  Isolasi Pasien Covid-19 di Hotel Berlaku Sampai dengan Kebutuhan Terpenuhi

Setiap relawan juga diminta tetap menjaga protokol kesehatan usai vaksinasi. Misalnya dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer, serta menjaga jarak sosial.

Sementara itu, pada Jumat (14/8/2020) hari ini, akan kembali dilanjutkan tahap penyuntikan vaksin uji Covid-19 kepada relawan. Kali ini, sebanyak 96 relawan akan mendapat suntikan pertama secara serentak.

“Ada 96 relawan yang akan divaksin di lima lokasi. Mereka akan diperiksa rapid test sebelum bisa disuntik,” kata Eddy.

Dia menambahkan, ada kemungkinan jumlah relawan yang akan disuntik itu berkurang mengikuti hasil rapid test.

Bagi mereka yang lolos, vaksinasi serempak hari ini akan dimulai pukul 13.00 WIB. Lokasinya tersebar dengan masing-masing lokasi ada 16 hingga 20 orang relawan yang akan disuntik.

www.tempo.co