JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Polemik Video Wawancara Anji Berlanjut, Hadi Pranoto Balik Laporkan Muannas Alaidid ke Polisi

Hadi Pranoto / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kontroversi rekaman video musisi Anji dan Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan cairan herbal antibody Covid-19 masih berbuntut panjang.

Kini giliran Hadi Pranoto yang berencana melaporkan balik Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke polisi.

“Kami pasti akan laporkan ke pihak berwajib karena kita punya hak konstitusi yang sama di negara ini,” ujar dia saat dihubungi Tempo, Selasa (4/8/2020).

Bahkan, kabarnya Hadi hendak menuntut ganti rugi kepada Muannas sebesar US$ 10 juta.

“Ya, nanti kita lihat seperti apa ke depannya,” ujarnya.

Hadi belum memastikan apakah akan membidik Muannas dengan pasal pencemaran nama baik atau tidak dalam laporannya. Namun, ia yakin tidak menyebarkan berita bohong alias hoax seperti yang dituduhkan Muannas.

Baca Juga :  Tahu Kasusnya Viral di Medsos, Tersangka Pelaku Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Sempat Kabur ke Kampung Halaman Bersama Istri dan Anak

Semua yang disampaikannya tentang cairan herbal antibodi Covid-19 melalui video wawancara dengan musikus Anji, kata Hadi, sesuai fakta.

“Ini ada herbalnya, ada orang yang sembuh. Hoaxnya di mana, saya enggak tahu,” kata dia.

Sebelumnya, Muannas melaporkan Anji ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020) sore. Ia menuduh Anji menyebarkan berita bohong lewat konten wawancara di akun YouTube-nya saat mewawancarai Hadi.

“Kami datang untuk melapor ke kepolisian di SPKT Polda Metro Jaya berkaitan dengan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong oleh akun channel YouTube milik Anji,” kata Muannas Alaidid di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Terdampak Protokol Kesehatan, Harga Paket Umrah Diperkirakan Naik 10 Persen

Dalam laporannya kepada polisi, Muannas Alaidid membidik Hadi Pranoto melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik karena menyebarkan berita bohong.

Konten Anji yang disebut menyebarkan berita bohong, karena pernyataan Hadi ditentang banyak pihak. Salah satunya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan cairan herbal antibodi Covid-19 temuan Hadi belum diuji secara klinis.

Muannas juga mempersoalkan tentang metode pengujian virus Covid-19 temuan Hadi yang mengklaim lebih baik dari pada tes swab.

“Dikatakan di situ dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan digital teknologi, itu biayanya cukup Rp 10.000 hingga Rp 20.000,” ujarnya.

www.tempo.co