JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Siswa SD Pangudi Luhur Surakarta Juara I dan II Lomba Menulis Surat Cinta untuk Walikota

Salah seorang siswi SD tengah diwawancarai oleh tim juri dalam lomba menulis surat cinta untuk Walikota Surakarta di aula lantai 3 kantor Arpusda Surakarta / dok panitia

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SD Pangudi Luhur Surakarta memborong Juara I dan Juara II dalam lomba menulis surat cinta untuk Walikota Surakarta yang digelar kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Surakarta.

Juara pertama diraih atas nama Adara Febrita Giant Rochmanita dan Juara II atas nama Vincentius Galang Satria Kurniawan. Sementara Juara III disabet oleh Miefta Zahra Thusifa, siswi SD Negeri Bulukantil No. 150 Surakarta.

Sedangkan Harapan I hingga III diraih oleh Christavellen Abinosy Setiawan (SD Widya Wacana Jamsaren), Hebert Jonatan Zelig (SD Kanisius Serengan) dan Aini Tunjung Biru (SD Kasaatriyan Surakarta).

Sementara itu, untuk kategori SMP, berhasil menggondol Juara I Nabila Salma Choirunisa, siswi SMP Negeri 1 Surakarta.

Juara II diraih oleh Charyn Florenzia Hartono (SMP Widya Wacana I) dan Juara III jatuh ke tangan Radin Arundati SP (SMP Negeri 3 Surakarta).

Sementara Harapan I hingga III diraih oleh Anisa Ramadani (SMP Negeri 11), BRA Kusuma Putri Saraswati (SMP Focus Independent School)  dan Almabila Ria Amanda (SMP Kristen 1 Surakarta).

Nama-nama para juara tersebut diperoleh setelah melalui penjurian ketat oleh tiga juri, yakni Anas Syahirul selaku Ketua PWI Surakarta, Hanindawan (praktisi budaya dan dosen ISI Surakarta) serta Hamdani MW, jurnalis dan penulis cerita anak.

Ada 205  siswa dari beberapa SD di Surakarta baik negeri maupun swasta yang ikut menyemarakkan lomba yang mengusung tema Semoga Corona Segera Sirna, Aku Sudah Rindu ke Sekolah itu.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Sementara siswa SMP yang ikut berpartisipasi sebanyak 173 orang dari beberapa SMP negeri dan swasta di Surakarta.

Dari jumlah tersebut, karya peserta diseleksi dan diperas hingga diperoleh 10 besar untuk masing-masing kategori.

Selanjutnya, 10 nominasi tersebut diperas lagi hingga diperoleh Juara I hingga Harapan 3 untuk kedua kategori.

“Seleksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penilaian karya tulis, dan tahap kedua tes wawancara,” ujar Anas Syahirul.

Tes wawancara tersebut dilakukan, Hanindawan melanjutkan, untuk mengetahui orisinalitas karya. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan peserta mendapat bantuan dari orang lain dalam membuat karya surat tersebut.

Terbukti, ada beberapa peserta yang karyanya bagus, namun setelah diwawancarai, ternyata ketahuan dibantu oleh orang tuanya.  Karya yang kurang orisinal ini dapat mengurangi point penilaian.

Namun banyak juga peserta yang dengan fasih menjelaskan proses pembuatan surat tersebut dengan runtut dengan bahasa anak-anak.

Juara I – III  pada masing-masing kategori akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan yang ditandatangani Walikota Surakarta.

Selanjutnya, para juara akan diundang ke Kantor Arpusda Surakarta guna membacakan surat karya mereka di hadapan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, tepat pada hari kunjung perpustakaan, 14 September 2020.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UMS Berhasil Mendapat Akreditasi A, Akan Membuka Konsentrasi Peminatan Sesuai Kebutuhan Pasar

Acara yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan itu, rencananya akan ditutup dengan menonton film enam dimensi di kompleks Arpusda.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta, Dra Sis Ismiyati, MM mengaku gembira dan bangga di mana jumlah peserta lomba tersebut melebihi ekspektasi.

Dia mengatakan, lomba tersebut sengaja digelar untuk merangsang para siswa agar gemar memabca dan menulis.

“Apalagi di tengah pandemi, di mana anak-anak lebih banyak di rumah. Ini akan menjadi media yang baik untuk belajar menulis dalam suasana menyenangkan,” ujar Sis Ismiyati.

Ia mengaku terharu dan bangga menyaksikan antusiasme anak-anak yang demikian besar terhadap lomba tersebut. Apalagi ketika diwawancarai, anak-anak terlihat berbakat dan tanggap terhadap lingkungan.

“Dari karya mereka, kita bisa tahu, ternyata anak-anak bisa mensiasati kondisi membosankan di rumah menjadi sesuatu yang produktif,” ujarnya.

Ismi, sapaan akrab Sis Ismiyati berharap anak-anak selama di rumah bisa memanfaatkan waktunya, tetap semangat, belajar dan berdoa.

“Jangan lupa pula tetap membaca buku, perpustakaan digital, perpustakaan umum siap melayani. Termasuk mengantar buku-buku yang diperlukan dengan goo book, yakni  inovasi perpustakaan Kota Solo selama pandemi Covid-19. suhamdani