JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber: Menko Polhukam Instruksikan Aparat Selidiki Latar Belakang Pelaku, Periksa Dugaan Terkait Jaringan

Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Dok Humas Kemenko Polhukam

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber telah mengusik Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Aparat penegak hukum kini diinstruksikan untuk menyelidiki latar belakang pelaku dan mendalami dugaan keterkaitan dengan jaringan tertentu.

“Sampai saat ini, kami, pihak aparat terus akan menyelidiki bagaimana latar belakang, dan apa jaringan yang ada di belakang anak ini,” ujar Mahfud dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

Mahfud menyatakan, dirinya sudah menginstruksikan seluruh aparat keamanan dan penegak hukum untuk mendalami apakah penyerang Syekh Ali Jaber itu memiliki keterkaitan dengan organisasi tertentu atau tidak.

“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat, baik itu aparat keamanan, aparat intelijen, bahkan saya sudah minta BNPT, kemudian Densus, bahkan BAIS, BIN, kabaintelkam, saya minta selidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya, setransparan mungkin,” kata Mahfud.

Baca Juga :  Jumlah Kematian Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 10.000, Korban Meninggal Sudah Ada di 34 Provinsi. Ini Peringkat dari Terbanyak

Mahfud meminta kepada seluruh aparat penegak hukum untuk bekerja cepat mendalami identitas penusuk Syekh Ali Jaber.

Perlindungan terhadap Tokoh Agama

Tak hanya itu, Mahfud juga meminta kepada aparat penegak hukum melindungi para tokoh agama, termasuk dai dan ulama. “Kepada semua aparat yang saya sebutkan tadi, supaya dari sekarang terus melakukan pemetaan, pemantaun, dan perlindungan penuh kepada dai, terutama para ulama. Dai apapun pandangan politiknya, itu harus dilindungi kalau sedang berdakwah, itu yang terpenting,” ucap Mahfud.

“Soalnya kita hidup selama ini, bangsa Indonesia, budaya yang baik itu justru ditimbulkan dari dakwah-dakwah para pendakwah kita yang telah bekerja dengan ikhlas, para ulama kita. Pemerintah sendiri tak akan mampu membangun masyarakat sebaik ini tanpa peran serta para ulama dan juru dakwah yang telah bekerja secara ikhlas,” Mahfud menambahkan.

Baca Juga :  Kemitraan Desak Pemerintah Tunda Pelaksanaan Pilkada 2020, Ini 4 Alasannya

Seperti diketahui, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan seorang pria tak dikenal saat menjadi penceramah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Akibat penyerangan itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka di bagian lengan kanan atas.

Pelaku penusukan telah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Polisi juga telah mengidentifikasi identitas pelaku yang bernama Alpin Andria (25), warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, dan telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Liputan 6