JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

5.865 Siswa di Kudus Dapatkan Face Shield Gratis, 930 Santri Terima Bantuan PIP

Ilustrasi penerapan disiplin protokol kesehatan di dunia pendidikan. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa kita singkat Covid-19 ini telah masuk ke Indonesia sejak bulan Maret 2020 lalu. Namun penyebaran nya masih terus terjadi di seluruh wilayah Indonesia, kini pemerintah terus menggencarkan kebijakan penegakkan disiplin protokol kesehatan dalam menghadapi Covid-19.

Akan dibukanya kembali sejumlah sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Untuk itu, sebanyak 5.865 siswa TK, SD, dan SMP di Kabupaten Kudus bakal diberikan bantuan alat pelindung wajah (face shield) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi virus corona jenis baru (COVID-19).

“Kami telah menerima total face shield (pelindung wajah) dari Dinas Sosial sebanyak 5.865 buah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kudus Harjuna Widada, kemarin.

Dijelaskannya lebih detail, dari jumlah sebanyak itu, kata dia, meliputi 2.800 buah untuk anak dan 3.065 buah untuk dewasa. Rencananya, bantuan tersebut segera dibagikan ke TK, SD dan SMP di Kabupaten Kudus.

Oleh karena jumlah bantuannya juga terbatas, maka pendistribusiaan diprioritaskan untuk sekolah yang berada di pinggiran, mengingat di perkotaan sudah banyak siswa yang memiliki alat pelindung wajah tersebut.

Baca Juga :  Khawatir Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Usul Libur Panjang Akhir Tahun Dihapus

Hanya saja, kata dia, hingga saat ini belum ada keputusan untuk melakukan pembelajaran tatap muka karena masih dirapatkan dengan berbagai pihak.
Selain itu, lanjut dia, untuk menggelar proses belajar mengajar dengan tatap muka harus mendapatkan izin dari Pelaksana Tugas Bupati Kudus yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 daerah setempat.

“Jika mendapatkan izin, maka siswa harus mematuhi protokol kesehatan, salah satunya selain memakai masker juga harus memakai ‘face shield’ tersebut demi menghindari penularan COVID-19,” ujarnya.

930 Santri Terima Bantuan PIP

Sementara itu, sebanyak 930 santri dari 15 pondok pesantren di Kabupaten Kudus, bulan September lalu sudah menerima bantuan dari Program Indonesia Pintar (PIP). Para santri penerima PIP tersebut mulai dari tingkat Ula, Wustho dan juga Ulya.
Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kementrian Agama Kabupaten Kudus, Sulthon, Rabu 21 Oktober 2020 mengatakan, penyaluran PIP sudah terlaksana pada bulan september lalu kepada 930 santri yang ada di 15 pondok pesantren di Kudus.

Ke 15 ponpes tersebut yakni PP Al Muayyad, PP Rohmatillah, PP PTPA Yanaabi’ul Qur’an, PP Al Muqoddasah, PP Al Fadhillah, PP Darussa’adah, PP Roudlotul Mardiyah Putri, PP Nurul Asna, PP Darusy Syifa Al Islami, PP Bareng, PP Al Ghuroba’, PP Qoumaniyah, PP Al – Mawaddah, PP Darul Falah dan PP Roudlotul Huffad.

Baca Juga :  Dicekoki Miras Conyang, Siswi 15 Tahun asal Semarang Digilir 5 Pemuda Bergantian. Korban Digarap di Madrasah, di Rumah Kosong hingga di Kebun

Dijelaskan oleh Sulton,mereka yang mendapatkan adalah yang memenuhi beberapa kriteria seperti santri kurang mampu hingga santri yang tidak berstatus sebagai peserta didik. Ia merinci para penerima PIP, yakni tingkat Ula (setara SD) ada 200 santri, tingkat Wustho (setara SMP) ada 213 santri dan yang terakhir ditingkat Ulya (setara SMA) ada sebanyak 517 santri. Nominal yang didapat dari PIP tersebut, tiap tingkat santri mendapatkan besaran nominal yang berbeda–beda.

Untuk tingkat Ula mendapatkan Rp 450 ribu, tingkat Wustho mendapatkan Rp 750 ribu dan tingkat Ulya mendapatkan Rp 1 juta.

“Untuk penerima PIP tahun depan kami akan tetap melakukan pendataan ulang. Dan akan melakukan verifikasi dan validasi data – data pengajuan tersebut. Yang diutamakan adalah mereka yang belum pernah mendapatkan. Tapi dengan persyaratan yang harus terpenuhi,” terang dia. Satria Utama