JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Bagyo Penantang Gibran Menunggak PDAM Rp 25 Juta, Klaim Karena Kesulitan Ekonomi

Pasangan Independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Foto: Prihatsari
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Calon Wali Kota Solo dari jalur independen, Bagyo Wahyono menunggak pembayaran PDAM sebesar Rp 25 juta. Terkait hal itu, Bagyo mengklaim tengah mengalami kesulitan ekonomi.

Kepala Seksi Penertiban Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih mengatakan, jumlah tagihan yang belum dibayarkan oleh Bagyo tersebut untuk 33 bulan tunggakan yaitu sejak tahun 2017 hingga 2019.

“Tagihannya atas nama Bagyo sendiri dan istrinya. Jumlah itu akumulasi untuk 33 bulan serta denda dan sanksi. Kami sudah melakukan penagihan sesuai mekanisme berlaku mulai dari surat teguran hingga pencabutan rekening pelanggan sudah dilakukan,” urainya, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga :  Lagi, Wali Kota Solo Bagikan 79 Handphone Untuk Siswa Kurang Mampu

Sebelumnya, rekening PDAM atas nama istri Bagyo telah dicabut setelah menunggak sebesar Rp 14 juta.

“Kemudian katanya sudah ditutup, sehingga mereka mengajukan rekening kembali atas nama Bagyo Wahyono. Namun kemudian petugas kami menemukan bahwa ternyata tunggakan sebelumnya belum dilunasi. Maka aliran air kembali ditutup. Saat ini sedang dalam masa pelunasan,” imbuh Bayu.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Solo Capai 2.123, Wali Kota Rudy: Penyebarannya sudah di Taraf Klaster Keluarga, Jogo Tonggo harus Maksimal Fungsinya

Sementara itu, Bagyo mengakui telah menunggak tagihan PDAM tersebut. Namun dirinya tidak mengakui tunggakan sebanyak Rp 25 juta tersebut.

“Iya yang namanya pekerjaan sebagai tukang jahit, ada ramainya ada sepinya. Tapi seiingat saya tidak sampai Rp 25 juta,” ujarnya.

Bagyo menegaskan, pihaknya akan segera melunasi tagihan PDAM tersebut secara bertahap. Memang situasi ekonomi sedang sulit.

“Jenenge tukang jahit ya seperti ini. Kebutuhan ekonomi mana dulu yang dibutuhkan,” pungkasnya. Prihatsari