JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Prostitusi Online Terselubung di Bekasi, PSK Kerap Jajakan Diri Pakai Aplikasi MiChat

Ilustrasi prostitusi online. Republika
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

BEKASI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kasus pembunuhan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjadi beberapa waktu lalu di belakang Stasiun Bekasi berbuntut panjang. Warga sekitar menduga adanya prostitusi terselubung di lokasi tersebut.

Pihak Polres Metro Bekasi Kota mengatakan, jika ditelusuri menggunakan aplikasi MiChat, banyak ditemukan penjaja jasa seks atau booking order (BO). “Banyak di MiChat itu banyak sekali,” kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, Alfian Nurrizal, kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Untuk itu, dia mengaku akan berkoordinasi dengan pengusaha mengenai orang-orang baru yang hendak menyewa kos-kosan maupun apartemen. “Kami akan koordinasi dengan pengusaha terkait orang-orang yang mau transaksi atau menyewa. Artinya harus jelas, suami istri atau bukan. Kalau tidak, dia statusnya pegawai karyawan atau pelajar? Harus selektif pengawasannya,” ujar dia.

Baca Juga :  Kesal Sering Dibentak, Pria Ini Bunuh Kakak Kandungnya dengan Tabung Gas Melon, Lalu Menguburnya di Rumah Kontrakan

Dalam hal ini, polisi juga mewaspadai adanya tindak pidana lain yang mungkin terjadi seperti narkoba juga asusila. Dugaan adanya prostitusi terselubung ini juga membuat resah warga.

Hal ini diungkapnya Ketua RW 01, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Monang Pardede. Selain di kontrakan tersebut, lokasi lain yang dicurigai adalah Apartemen Urbano.

“Itu kan kos-kosan ya, itu yang sedang kita curigai, satu itu (kontrakannya pak Jamal), satu (yang dicurigai lagi) prostitusi terselubung, di Apartemen Urbano,” tutur Monang.

Baca Juga :  SKT Belum Diperpanjang, Izin Ormas FPI Sudah Kedaluwarsa sejak Juni 2019. Kuasa Hukum FPI: Kami Nggak Peduli

Selama ini, kata dia, pihak pengelola kurang terbuka kepada RT setempat. Sebagai ketua RW, Monang kerap mendapat laporan pihak pengelola kontrakan tidak terlalu transparan saat melakukan pendataan warga baru.

“KTP dan fotoin setiap kontrakan atau kos nah yang ini (kos TKP) agak susah alasannya privasi. Alasan takut disalahgunakan, pencemaran nama baiklah atau apa. Makanya kami gak ada data penghuni kos situ kami mau naik ke atas juga agak susah ada penjaganya alasan itu tadi privasi,” ujar dia.

www.republika.co.id