JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tewas Kecelakaan, Arjun Ternyata Anak Keluarga Kurang Mampu. Orangtuanya Hanya Buruh Jayengan, Kakaknya Habis Operasi

Tim PMI Sragen dan Satlantas saat mengevakuasi jasad korban kecelakaan maut siswa SMP di Gendol, Tangen, Rabu (21/10/2020). Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan maut yang menewaskan pelajar SMP asal Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen di tikungan Gendol Jalan Raya Tangen – Galeh, Gendol, Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (21/10/2020) pagi menyisakan cerita miris.

Ternyata, korban tewas diketahui bernama Muhammad Arjun (13) asal Dukuh Ngarum RT 2, Desa Cemeng, Sambungmacan itu berasal dari keluarga tidak mampu.

Siswa yang duduk di bangku kelas 1 SMP itu tewas mengenaskan setelah terlempar dari boncengan vespa temannya.

Sedang pengendara vespa yang diboncengi, Denis (15) asal Dukuh Ngrejeng, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, lolos dari maut meski mengalami luka parah.

“Orangtua Arjun buruh tani, kalau ada orang hajatan itu jadi tukang buat minum atau jayengan. Kasihan sebenarnya Mas, kondisi ekonomi juga nggak ada. Kakaknya juga habis operasi lahiran,” papar Kades Cemeng, Widayat, Kamis (22/10/2020).

Widayat menguraikan Arjun tewas di lokasi kejadian akibat kecelakaan maut dengan truk tronton bermuatan semen itu.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi pukul 12.30 WIB. Kecelakaan bermula ketika kedua bocah itu berboncengan vespa modifikasi yang ditambahi satu roda dan boncengan di samping kiri.

Baca Juga :  Tambah 24 Warga Positif dan 2 Meninggal Dunia, Kasus Covid-19 Sragen Melaju Jadi 1.199. Jumlah Warga Meninggal Sudah Mencapai 114 Orang

Denis bertindak sebagai pengendara sedang Arjun membonceng di tempelan. Sesampai di tikungan Gendol yang akan tajam, vespa dipacu agak kencang sehingga kebablasan.

Nahas, saat bersamaan dari lawan arah melaju truk tronton muat semen yang juga mengambil jalan agak ke tengah. Karena jarak sangat dekat, vespa dan tronton sama-sama tak bisa menghindar.

Tabrakan hebat pun tak terhindarkan. Benturan keras membuat Arjun sampai terlempar dari boncengan. Nahas, ia langsung tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah perdarahan hidung, mulut, telinga, patah leher, tangan, kaki, tulang iga sebelah kanan dan tulang belakang.

Sementara, Denis hanya mengalami luka lecet di siku tangan sebelah kanan kiri, luka lecet tak beraturan di kaki kanan kiri, dan jari – jari kaki sebelah kanan.

Kades Cemeng, Widayat membenarkan kecelakaan maut yang menimpa siswa asal desanya itu. Ia mengatakan korban siang tadi hendak jalan-jalan bersama teman-temannya.

Korban membonceng vespa milik temannya yang dimodif tambah boncengan dan satu roda sebelah kiri seperti becak.

Baca Juga :  Truk Tangki Tetes Tebu Terguling Masuk Sawah di Tanon Sragen, Muatannya Tumpah dan Ramai-Ramai Jadi Rayahan Warga

“Sampai di tikungan Gendol, ada tronton ngangkut semen yang ambil jalan agak tengah karena nikung. Nah yang vespa namanya juga anak-anak, naiknya agak kenceng. Lalu nyenggol tronton, yang mbonceng vespa terpental. Warga saya yang mbonceng itu meninggal, yang naik vespa malah hanya hanya luka,” urai Widayat.

Kades menguraikan korban memang relatif masih kecil karena barusaja masuk SMP.

Jenazah siswa malang itu sudah dimakamkan di pemakaman dukuh setempat tadi petang pukul 17.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Sragen, Iptu Suwarso membenarkan kecelakaan maut itu. Menurutnya satu korban yakni pembonceng motor meninggal dunia sedang pengendaranya luka.

“Setelah menerima laporan, Tim PMI dan PSC 119 Sukowati langsung meluncur untuk melakukan ssesment dan pertolongan pertama dengan petugas menggunakan APD level 1 sesuai protokol kesehatan. Setiba di lokasi, tim  mengevakuasi jasad korban Muhammad Arjun ke Ruang Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dengan menggunakan Ambulans PMI,” timpal Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno. Wardoyo